Seusai UN, Guru Demo Tuntut Tunjangan Sertifikasi - Kompas.com

Seusai UN, Guru Demo Tuntut Tunjangan Sertifikasi

Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Kompas.com - 18/04/2013, 18:44 WIB

HALMAHERA, KOMPAS.com - Ratusan guru di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara menggelar unjuk rasa di Dinas Pendidikan menuntut tunjangan sertifikasi yang sudah lima bulan belum dibayarkan, Kamis (18/4/2013). Sekitar 100 guru ini menggelar konvoi dengan sepeda motor menuju Dinas Pendidikan Kepulauan Sula.

Para guru ini mempertanyakan kejelasan dari Dinas Pendidikan tentang realisasi pembayaran tunjangan para guru. Sebab sudah lima bulan tunjangan sertifikasi maupun nonsertifikasi belum juga dibayarkan.

"Sesuai edaran Menteri Keuangan, anggaran untuk tunjangan sertifikasi guru itu sudah dicairkan pada akhir Maret 2013. Tapi sampai sekarang kami belum mendapat. Di nomor rekening kami juga belum ada saldo sama sekali," ungkap Sahri Capalulu, salah seorang pendemo kepada Kompas.com, Kamis sore tadi.

Anehnya lagi, lanjut dia, sejumlah guru yang menerima tunjangan sertifikasi guru ternyata memiliki nomor rekening ganda di salah satu bank yang ada di Sanana. Sementara mereka sendiri tidak mengetahui sama sekali nomor rekening ganda tersebut.

Menurut Sahri, awalnya mereka diminta membuka rekening di bank untuk tujaun transfer uang dari pusat. Nomor rekening yang dibuat pun hanya satu.

"Yang saya tahu saya hanya buka nomor rekening satu saja atas nama saya. Tapi tanpa sepengetahuan saya, ternyata ada nomor rekening lagi dengan nama saya, tapi saya bingung karena tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk membuka rekening lagi," beber Sahri.

Terkait rekening ganda ini, para guru juga mengancam akan mempidanakan Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula karena telah membuka rekening atas nama para guru tanpa sepengetahuan mereka.

Sayangnya, aksi unjuk rasa ratusan guru ini tidak ditanggapi pejabat di Disdik. Para guru pun mengancam akan terus berunjukrasa hingga ada kejelasan soal pencairan tunjangan.

"Yang saya takutkan jangan sampai pelaksanaan UN tingkat SMP nanti terganggu karena guru-guru menutut hak mereka. Memang kita menjunjung kesuksesan pelaksanaan UN, tapi jangan sampai ada teman-teman yang fokus demo sehingga tidak konsentrasi pada pelaksanaan UN," ancam Sahri.

Aksi para guru di Sanana siang tadi memang tidak mengganggu pelaksanaan UN tingkat SMA yang memasuki hari terakhir. Sebab para guru ini melakukan aksinya seusai pelaksanaan UN tingkat SMA.

Lebih lanjut Sahri menjelaskan, pagu anggaran untuk tunjangan profesi guru di APBD 2013 Pemkab Kepualaun Sula sebesar Rp 19 miliar lebih. Terdiri dari Rp 14 miliar lebih untuk tunjangan bulan Januari-Maret 2013 dan sisanya tunjangan rapelan dua bulan yang belum dibayar pada tahun 2012.

Masing-masing guru menerima tunjangan tersebut bervariasi. Ada yang hanya menerimanya sebesar Rp 1 juta dan ada pula yang mencapai Rp 3 juta per orang.

"Kalau teman-teman di kabupaten lain itu tidak ada masalah karena sudah dibayar. Kenapa di Sanana belum juga dibayar? Ini ada apa sebenarnya," pungkas Sahri.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisKontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
    EditorFarid Assifa
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

    Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

    Internasional
    Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

    Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

    Megapolitan
    Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

    Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

    Megapolitan
    Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

    Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

    Nasional
    Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

    Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

    Nasional
    Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

    Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

    Regional
    Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

    Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

    Nasional
    Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

    Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

    Megapolitan
    Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

    Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

    Megapolitan
    Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

    Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

    Internasional
    Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

    Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

    Regional
    Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

    Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

    Megapolitan
    Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

    Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

    Internasional
    Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

    Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

    Edukasi
    PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

    PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

    Regional

    Close Ads X