Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Seusai UN, Guru Demo Tuntut Tunjangan Sertifikasi

Kamis, 18 April 2013 | 18:44 WIB

Berita terkait

HALMAHERA, KOMPAS.com - Ratusan guru di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara menggelar unjuk rasa di Dinas Pendidikan menuntut tunjangan sertifikasi yang sudah lima bulan belum dibayarkan, Kamis (18/4/2013). Sekitar 100 guru ini menggelar konvoi dengan sepeda motor menuju Dinas Pendidikan Kepulauan Sula.

Para guru ini mempertanyakan kejelasan dari Dinas Pendidikan tentang realisasi pembayaran tunjangan para guru. Sebab sudah lima bulan tunjangan sertifikasi maupun nonsertifikasi belum juga dibayarkan.

"Sesuai edaran Menteri Keuangan, anggaran untuk tunjangan sertifikasi guru itu sudah dicairkan pada akhir Maret 2013. Tapi sampai sekarang kami belum mendapat. Di nomor rekening kami juga belum ada saldo sama sekali," ungkap Sahri Capalulu, salah seorang pendemo kepada Kompas.com, Kamis sore tadi.

Anehnya lagi, lanjut dia, sejumlah guru yang menerima tunjangan sertifikasi guru ternyata memiliki nomor rekening ganda di salah satu bank yang ada di Sanana. Sementara mereka sendiri tidak mengetahui sama sekali nomor rekening ganda tersebut.

Menurut Sahri, awalnya mereka diminta membuka rekening di bank untuk tujaun transfer uang dari pusat. Nomor rekening yang dibuat pun hanya satu.

"Yang saya tahu saya hanya buka nomor rekening satu saja atas nama saya. Tapi tanpa sepengetahuan saya, ternyata ada nomor rekening lagi dengan nama saya, tapi saya bingung karena tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk membuka rekening lagi," beber Sahri.

Terkait rekening ganda ini, para guru juga mengancam akan mempidanakan Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula karena telah membuka rekening atas nama para guru tanpa sepengetahuan mereka.

Sayangnya, aksi unjuk rasa ratusan guru ini tidak ditanggapi pejabat di Disdik. Para guru pun mengancam akan terus berunjukrasa hingga ada kejelasan soal pencairan tunjangan.

"Yang saya takutkan jangan sampai pelaksanaan UN tingkat SMP nanti terganggu karena guru-guru menutut hak mereka. Memang kita menjunjung kesuksesan pelaksanaan UN, tapi jangan sampai ada teman-teman yang fokus demo sehingga tidak konsentrasi pada pelaksanaan UN," ancam Sahri.

Aksi para guru di Sanana siang tadi memang tidak mengganggu pelaksanaan UN tingkat SMA yang memasuki hari terakhir. Sebab para guru ini melakukan aksinya seusai pelaksanaan UN tingkat SMA.

Lebih lanjut Sahri menjelaskan, pagu anggaran untuk tunjangan profesi guru di APBD 2013 Pemkab Kepualaun Sula sebesar Rp 19 miliar lebih. Terdiri dari Rp 14 miliar lebih untuk tunjangan bulan Januari-Maret 2013 dan sisanya tunjangan rapelan dua bulan yang belum dibayar pada tahun 2012.

Masing-masing guru menerima tunjangan tersebut bervariasi. Ada yang hanya menerimanya sebesar Rp 1 juta dan ada pula yang mencapai Rp 3 juta per orang.

"Kalau teman-teman di kabupaten lain itu tidak ada masalah karena sudah dibayar. Kenapa di Sanana belum juga dibayar? Ini ada apa sebenarnya," pungkas Sahri.


Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor : Farid Assifa