Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Cegah Ricuh, Lelang Proyek Dilakukan via Internet

Rabu, 17 April 2013 | 20:46 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Menjelang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Probolinggo, Jawa Timur, Komisi C DPRD setempat melakukan hearing dengan Bagian Pembangunan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Pekerjaan Umum di gedung dewan, Rabu (17/4/2014).

Dalam hearing tersebut, Komisi C yang diketuai Haris Nasution menyambut baik pelaksanaan proyek dengan sistem lelang elektronik. Menurut Nasution, dengan lelang sistem online, diharapkan tidak terjadi lagi gesekan, bahkan kericuhan antar rekanan seperti tahun lalu, yang saat itu para rekanan dikawal sejumlah orang sehingga memicu keributan.

Selain meminimalisasi potensi gesekan, menurut Wakil Ketua Komisi C Taufikurrahman, sistem lelang elektronik juga bisa membuat lelang lebih efisien. Sebab, para rekanan cukup melampirkan berkas persyaratan otentik lewat internet, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak.

Dalam hearing tersebut, para pimpinan satuan kerja menyatakan siap melaksanakan pengadaan. Untuk proyek di atas Rp 200 juta, harus melalui lelang elektronik. Adapun proyek di bawah Rp 200 juta melalui penunjukan langsung.

Tiap satuan kerja memiliki program pengadaan bervariasi, namun yang paling banyak adalan Dinas Pekerjaan Umum dengan 140 macam pengadaan. Agar pengerjaan proyek tidak tergesa-gesa dan bermutu, Taufikurrahman memberi saran kepada eksekutif agar menyusun perencanaan jauh-jauh hari, karena aktivitas itu bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan.

Misalnya, pengadaan untuk tahun 2014, maka eksekutif menyusun perencanaan dan merencanakan pengadaan pada tahun 2013, misalnya di bulan September.

"Tujuannya agar pengerjaan proyek bisa dikontrol oleh masyarakat dan tidak tergesa-gesa. Jika itu dilakukan, maka bulan Februari sudah bisa dilakukan pelelangan," tandas Taufik.


Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Farid Assifa