Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

Gara-gara Spanduk Berbahasa Inggris, Rektor Dituntut Mundur

Rabu, 17 April 2013 | 16:23 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berunjuk rasa di halaman kampus mereka, Rabu (17/4/2013) siang. Para mahasiswa tersebut menuntut rektor mereka untuk mundur gara-gara sang rektor menggunakan spanduk berbahasa Inggris di dalam kampus.

Mahasiswa melakukan orasi di depan gedung rektorat kampus yang terletak di Jalan Sudirman Kota Gorontalo itu. Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa menuduh Rektor UNG, Syamsu Qamar Badu, tidak nasionalis. Menurut mahasiswa tersebut, rektor telah menebarkan pengaruh buruk dalam cara berbahasa mahasiswa.

"Kami khawatir pola pikir seperti ini juga ditularkan mahasiswa kepada masyarakat," kata Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Zainuddin.

Selain mengkritik spanduk berbahasa Inggris, para mahasiswa ini juga mengeluhkan adanya diskriminasi di dalam kampus terhadap para pengendara sepeda motor. Baru-baru ini pihak kampus memberlakukan aturan larangan parkir bagi sepeda motor.

"Motor dilarang, sementara mobil bebas berkeliaran di dalam kampus. Ini diskriminasi!" seru salah seorang orator.

"Gara-gara masalah ini, mahasiswa bisa terlambat kuliah," katanya lagi.

Menanggapi demonstrasi ini, Syamsu Qamar Badu, yang telah menjadi Rektor UNG sejak tahun 2010, itu malah balik bertanya. "Demikian dangkalkah pikiran kita? Cuma permasalahan spanduk apakah identitas kita bisa hilang?" tanya Syamsu dengan nada membentak di depan para mahasiswa.

"Bahasa Inggris itu bahasa ilmiah dan bahasa internasional. Tak ada niat saya menghapus bahasa Indonesia dari kampus ini," lanjut Syamsu.

Sementara untuk masalah lahan parkir, Syamsu menyatakan kebijakannya didasari alasan kenyamanan. "Ini supaya dosen dan mahasiswa lebih nyaman, supaya kuliah tak terganggu dengan suara motor lalu lalang," kata Syamsu.

"Kalau soal mobil bisa masuk, itu karena mobil tidak mungkin parkir di luar areal kampus. Itu pun mobil dibatasi cuma bisa parkir di lajur kiri jalan dalam kampus," katanya.

Masih dengan nada keras, sang rektor juga mengecam isu yang dibawa mahasiswa dalam demo kali ini. "Soal parkiran saja dibikin pusing. Saya tetap rektor biar pun kampus ini tidak ada parkirannya!" ketus Syamsu.


Penulis: Kontributor Kompas TV, Muzzammil D. Massa
Editor : Farid Assifa