Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Perusahaan Habibie Bayar Rp 186 Miliar ke BP Batam

Jumat, 12 April 2013 | 11:20 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Perusahaan patungan keluarga Habibie dan Arzaq Power, PT Indonesia Aero Maintenance, membayar Rp 186 miliar ke Badan Pengusahaan Batam. Uang itu untuk biaya sewa 62 hektar lahan di Kompleks Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, Indonesia Aero Maintenance (IAM) menyewa lahan selama 30 tahun. "Sewanya Rp 300.000 per meter persegi," ujarnya, Jumat (12/4/2013) di Batam.

Dengan demikian, IAM harus membayar sewa Rp 3 miliar per hektar atau total Rp 186 miliar. Pembayaran dilakukan bertahap. Di lahan itu, IAM akan mengoperasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau bengkel pesawat. Bengkel IAM ditargetkan beroperasi pada 2015.

Saham IAM dimiliki oleh Ilthabi dan Arzaq Power. Ilthabi merupakan perusahaan keluarga BJ Habibie yang dinakhodai putranya, Ilham Habibie. BJ Habibie, mantan Presiden Republik Indonesia dan Kepala Otorita Batam, ikut menyaksikan penandatanganan kesepakatan penyewaan lahan untuk PT IAM. Kesepakatan ditandatangani pada Rabu lalu.

Bengkel IAM merupakan salah satu realisasi visi Habibie saat mengarsiteki pembangunan Batam pada periode 1978-1998. Kompleks Bandara Hang Nadim mendapat alokasi lahan 1.000 hektar dengan landas pacu 4.250 meter. Landas pacu dibangun saat rata-rata pesawat di Indonesia hanya butuh landas pacu di bawah 2.000 meter. Dengan landas pacu sekarang, Bandara Hang Nadim bisa disinggahi pesawat terbesar saat ini, yakni Airbus A380.

Kompleks Hang Nadim tidak hanya disiapkan sebagai bandara. Kompleks itu juga disiapkan untuk menjadi pusat perawatan pesawat. Namun, bengkel pertama baru beroperasi 15 tahun setelah Habibie tidak lagi memimpin pembangunan Batam. Tahun ini, Lion Grup memastikan bengkelnya beroperasi di Batam.


Penulis: Kris R Mada
Editor : Rusdi Amral