Kamis, 2 Oktober 2014

News / Regional

Pilkada Jateng

Rustriningsih: Cagub Masih Pilihan Elite

Jumat, 12 April 2013 | 09:11 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rustriningsih, menilai politik transaksional masih mewarnai proses rekruitmen calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.

Kondisi ini, menurut Rustriningsih, tidak akan memberikan manfaat bagi konstituen atau masyarakat umum, tetapi sebaliknya hanya akan hanya memberikan keuntungan bagi beberapa gelintir elit politik.

Pernyataan itu disampaikan Rustriningsih dalam keterangan pers di Semarang, seiring pengumuman Komisi Pemilihan Umum Jateng mengenai penetapan calon gubernur dan dan wakil gubernur yang akan mengikuti Pemilihan Gubernur Jateng 26 Mei mendatang.

Mantan Bupati Kebumen ini menilai politik transaksional jelas bukan merupakan pendidikan politik yang baik bagi rakyat, karena berisiko menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Tindakan seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap filosofi dasar eksistensi partai sebagai pilar demokrasi, serta nilai-nilai luhur perjuangan para pendiri partai yang memimpikan partai sebagai alat perjuangan untuk mengawal sistem demokrasi guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Jika hal ini kita biarkan dan berlangsung terus menerus, maka secara pasti akan mengakibatkan berpalingnya konstituen dari partai yang selama ini dipercayai dan dicintainya. Partai tidak akan lagi menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagaimana mestinya," papar Rustriningsih yang akrab disapa Mbak Rustri.

Ia menegaskan, catatan yang disampaikan itu dibuat berdasarkan pengalamannya mengikuti dinamika politik yang terjadi, informasi dari berbagai elemen masyarakat dan pendukungnya, serta media massa.

"Catatan ini saya sampaikan bukan sebagai wujud kekecewaan saya yang tidak dapat ikut serta sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng yang akan berlangsung 26 Mei 2013 mendatang," ujarnya.

Catatan tersebut, lanjut Rustri, lebih merupakan harapan agar di masa depan para elit politik menunjukkan proses rekruitmen yang lebih transparan dan jujur demi terpilihnya seorang pemimpin yang amanah, jujur, memiliki kompetensi kepemimpinan yang baik sebagai wujud tanggung jawab kepada konstituen dan masyarakat.

Pada bagian lain, Rustri juga menyayangkan kenyataan bahwa tidak semua calon gubernur yang ditetapkan KPUD Jateng merupakan aspirasi murni dari para konstituen partai yang mengusungnya, dalam hal ini masyarakat Jawa Tengah. Proses rekruitmen sebagian calon gubernur lebih merupakan pilihan elit-elit politik yang bersifat pragmatis, berlandaskan sikap suka atau tidak suka, serta mengesampingkan aspirasi konstituen, wong cilik dan masyarakat umum.

Oleh karena itu, Rustri mengajak semua unsur masyarakat untuk bersama-sama mengikuti perkembangan informasi pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah lebih lanjut. Soal para calon yang ditetapkan KPU, Rustri tidak banyak berkomentar.

"Saya secara pribadi belum dapat melakukan penilaian secara utuh dan komprehensif atas kualitas kepemimpinan dan kompetensi dari semua calon," ungkapnya.


Penulis: Sonya Helen Sinombor
Editor : Marcus Suprihadi