Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Antisipasi Letusan Gunung Guntur, Warga Garut-Tasik Siaga

Kamis, 11 April 2013 | 18:58 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Endang Widyaningsih, menyatakan telah siap siaga mengantisipasi bencana meletusnya Gunung Guntur, Garut. Hal ini terutama bagi masyarakat yang permukimannya berada di perbatasan Tasikmalaya-Garut.

"Paling disiagakan adalah daerah perbatasan Tasikmalaya dengan Garut Kota, seperti daerah Kecamatan Salawu dan Taraju, Tasikmalaya," ungkap Endang, saat dimintai keterangan sejumlah wartawan, Kamis (11/4/2013).

Endang menambahkan, kesiapsiagaan bencana ini menyusul adanya peningkatan status Gunung Guntur, Garut, dari normal menjadi waspada. Terlebih lagi, beberapa hari kemarin kondisi gunung dinyatakan kritis karena mengalami gempa tremor secara terus-menerus.

"Siaga bencana ini paling dasar adalah memberikan pemahaman kepada warga yang bermukim di wilayah perbatasan (Tasikmalaya-Garut). Soalnya, jika terjadi letusan, daerah perbatasan jaraknya hanya belasan kilometer dari kawasan Gunung Guntur," kata Endang.

Meski semua orang berharap gunung tidak meletus, Endang menilai kesiagaan menghadapi bencana wajib dilakukan setiap saat. Pasalnya, bencana akan datang dengan waktu yang tak bisa ditentukan. "Meski belum ada perintah langsung dari BNPB pusat dan BPBD Provinsi Jawa Barat, kita berinisiatif siaga sebelum bencana datang," ujar Endang.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, status Gunung Guntur di Garut meningkat dari Normal menjadi Waspada (level II). Bahkan, sesuai hasil pengamatannya di Pos PVMBG Gunung Guntur, telah terjadi beberapa kali gempa tremor dan sempat dinyatakan kritis atau rawan meletus.

Ia pun mengimbau kepada warga Garut dan Jawa Barat untuk mewaspadai meletusnya gunung yang tertidur selama 150 tahun ini. 


Penulis: Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Editor : Glori K. Wadrianto