Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Banjir di Demak, Ribuan Warga Mengungsi

Rabu, 10 April 2013 | 12:59 WIB

Baca juga

DEMAK, KOMPAS.com — Ribuan warga di wilayah Kecamatan Mijen, Demak, yang rumahnya terendam banjir luapan Sungai Wulan, mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara yang masih terjebak banjir, saat ini masih dievakuasi oleh tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, dibantu Basarnas wilayah Jepara.

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan merendam sedikitnya 4.000 rumah warga di tiga desa, yakni Desa Mijen, Jleper, dan Ngelo. Bahkan, karena derasnya arus, tim SAR sempat kewalahan mengevakuasi warga. Selain itu, tim SAR juga terkendala ketersediaan sarana dan prasarana karena satu unit perahu karet yang digunakan untuk proses evakuasi bocor.

Setelah selesai mengevakuasi warga di Desa Mijen, evakuasi dilanjutkan di Desa Jleper yang merupakan wilayah terparah tergenang banjir hingga mencapai 2 meter.

"Kami prioritaskan manula, wanita, dan anak-anak terlebih dahulu," kata Bambang Saptoro, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, Rabu (10/4/2013).

Selain merendam rumah dan areal pesawahan, banjir juga memutus akses jalan Provinsi Demak-Jepara dan sejumlah fasilitas publik, yakni kantor Polsek Mijen, Koramil, sekolah, dan puskesmas.

Dari pantauan Kompas.com dalam proses evakuasi di Desa Jleper, kebanyakan warga bertahan di masjid, pondok pesantren, dan rumah-rumah bertingkat, menunggu giliran dari tima SAR yang mengevakuasi mereka dengan perahu karet. Dua warga juga sempat terseret arus air, tetapi bisa diselamatkan oleh tim SAR.


Penulis: Kontributor Demak, Ari Widodo
Editor : Farid Assifa