Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Simpatisan Buhari Matta Demo di Kejari Kolaka

Selasa, 9 April 2013 | 14:54 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com - Ratusan orang yang adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan masyarakat simpatisan Buhari Matta (Bupati Kolaka) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kolaka Sulawesi Tenggara, Selasa (9/4/2013).

Kedatangan massa pendemo ini untuk memberikan dukungan moril kepada Buhari Matta yang sedang tersandung kasus hukum dugaan korupsi.

Sembari menaikkan spanduk bertuliskan "Jangan zolimi bupati kami", massa secara serentak meneriakkan yel-yel "Hidup BM-hidup BM".

Salah satu koordinator aksi Alidin Fantasi menegaskan, dalam menangani kasus dugaan korupsi yang menimpa Bupati Kolaka, pihak Kejaksaan harus bebas dari intervensi pihak mana pun, termasuk intervensi politik.

"Kami pun menegaskan bahwa menurut kami ada kekeliruan dari kasus ini sebab satu tahun berhenti adalah celah yang di mana adanya oknum-oknum tertentu ikut bermain dan status hukum yang menggantung kala itu. Ini betul-betul ada yang salah," teriaknya saat berorasi.

Massa yang memadati jalur protol Kolaka ini pun mendesak Kepala Kajari Kolaka segera menemui pendemo guna memberikan klarifikasi atas kasus Buhari Matta. Suasana terlihat memanas dengan teriakan-teriakan kekecewaan para simpatisan Bupati Kolaka ini.

Sebagian perwakilan pun lantas dapat menemui Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka guna menyampaikan aspirasi, termasuk Ketua PPP Kolaka, Najamudin Haruna.

Usai ditemui perwakilan pendemo, Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Wahyudi keluar menemui pendemo dan menjelaskan duduk perkara kasus Bupati Kolaka. "Kita kawal bersama-sama kasus ini sebab proses persidangannya di pengadilan tipikor itu terbuka untuk umum. Semua bentuk penanganan kasus ini dari awal hingga saat ini sudah sesuai dengan aturan dan kami dari pihak JPU bebas dari intervensi mana pun," tegasnya.

Setelah mendengar pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, massa pun secara tertib membubarkan diri.

Seperti yang selama ini diberitakan, Buhari Matta yang sekaligus Ketua PPP Sulawesi Tenggara ini tersandung kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi sebesar lebih dari Rp 20 miliar terkait penjualan ore (bahan baku nikel) kadar rendah kepada perusaahaan PT. Kolaka Mining Internasional.

 


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Glori K. Wadrianto