Minggu, 21 September 2014

News / Regional

MIMIKA

Lima Mobil TNI Ditembaki, Prajurit Terlindung Pelat Baja

Selasa, 9 April 2013 | 11:06 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com — Kelompok bersenjata tidak dikenal kembali beraksi dengan melakukan penghadangan dan penembakan terhadap iring-iringan mobil pengangkut logistik di Jalan Tanggul Timur, Timika, Senin (8/4/2013) siang. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski semua kendaraan terkena tembakan.

Seusai melakukan penyerangan, kelompok bersenjata ini langsung melarikan diri ke hutan melalui Kali Kopi dan Kali Nayaro. Informasi yang dihimpun Kompas.com di Timika, penghadangan oleh kelompok bersenjata tak dikenal terhadap iring-iringan empat mobil Satgas Amole dari Yonif 754 ENK (Eme Neme Kangasi) terjadi sekitar pukul 11.40 WIT, di Jalan Tanggul Timur MA (Mile Area) 225.

Keempat mobil LWB dengan nomor lambung RP (Route Patrol) 11, RP 10, PLP 02, dan RP 18, yang masing-masing kendaraan berisi lima anggota Yonif 754 ENK yang dipimpin Lettu Mulya, dalam perjalanan membawa logistik dari Pos MA 210 menuju Pos MA 240.

Dalam insiden yang berlangsung sangat cepat, tiga mobil tertembak di bagian kaca depan dan sebuah lagi langsung mogok setelah tertembak di bagian kabin mesin. Tidak ada korban jiwa dalam penyerangan ini karena dinding kendaraan bagian dalam sudah dilapis dengan pelat baja. Sementara pelaku yang berjumlah lebih kurang 12 orang yang membawa delapan pucuk senjata laras panjang langsung melarikan diri ke hutan.

Setelah situasi aman, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pos MA 240, sementara sebuah kendaraan yang mogok langsung ditarik ke bengkel PT Kuala Pelabuhan Indonesia di Mil 38.

Terkait insiden penghadangan dan penyerangan iring-iringan mobil Satgas Amole siang kemarin, Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini membenarkannya. Namun, Rontini mengaku belum mengetahui kronologi kejadian karena yang bertugas di Jalan Tanggul Timur adalah Satgas Amole dari TNI.

"Ada penghadangan seperti itu ada, tapi detailnya saya ndak tau karena yang ada di situ teman-teman TNI," jelas Rontini.

Sementara itu, juru bicara PT Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, melalui pesan singkat yang menyatakan bahwa telah mendapat laporan terkait insiden penyerangan oleh kelompok tidak dikenal di Tanggul Timur. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan tidak berdampak terhadap kegiatan operasi PT Freeport Indonesia.

Insiden penghadangan dan penyerangan yang terjadi kemarin siang hanya berselang sehari setelah aksi pembakaran terhadap dua ekskavator milik PT Freeport Indonesia di Kali Kopi, Tanggul Timur, Sabtu lalu.


Penulis: Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Editor : Glori K. Wadrianto