Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

MAKASSAR

Pelantikan Gubernur Sulsel Dijaga Ketat

Jumat, 5 April 2013 | 10:44 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pengamanan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan terpilih periode 2013-2018, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang diperketat. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi agar kegaduhan seperti yang terjadi di Palopo tak terulang di Makassar.

3.100 personil gabungan dari TNI/Polri disiagakan untuk melakukan pengamanan dalam pelantikan yang digelar, Senin (8/4/2013) mendatang. Pengamanan terbagi dari empat bagian, yakni ring satu sebanyak 100 personil, ring dua sebanyak 200 personil, ring tiga 400 personil, dan sisanya sebanyak 2.400 ditempatkan di ring empat.

Juga disiagakan kendaraan taktis berupa, tiga unit mobil Anoa, dua unit Barracuda, tiga unit watercanon dan tiga unit mobil escape. Turut hadir satu tim atau sebanyak 10 orang penjinak bom (jibom) yang mensterilkan lokasi pelantikan di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Gelar pasukan dalam rangka persiapan pengamanan tersebut dilaksanakan Jumat (5/4/2013) di depan rumah jabatan Gubernur, dipimpin Kepala Badan Pertahanan Keamanan (Kaba Harkam) Mabes Polri, Komisaris Jendral (Komjen) Polisi, Oegro Seno.

Terlihat hadir Kepala Polda Sulselbar, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Mudji Waluyo, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jendral (Mayjen) M Nizam dan para petinggi TNI/Polri di Sulselbar.

Saat gelar pasukan ini, hadir pula Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dua periode, Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD Sulsel, M Roem, dan para pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Ridwan yang dikonfirmasi disela-sela gelar pasukan, ring satu berada di sekitar obyek pelantikan, ring dua berada di luar ring satu.

Selanjutnya, ring tiga berada di jalan, dengan radius 50 meter dari obyek pelantikan, dan ring empat di bagian terluar, dan menjaga obyek-obyek vital di Kota Makassar. "Kita juga siapkan penembak jitu. Sniper sebanyak satu tim atau sekitar 10 orang ini akan ditempatkan di tempat-tempat strategis," kata Ridwan.

"Kalau Jibom, sehari sebelum acara sudah mensterilkan lokasi pelantikan. Adapun aksi-aksi massa saat pelantikan, akan dihadang oleh Polsekta dan Polrestabes Makassar. Tentunya, Polwan, Kowad, Kowal dan Wara," kata Ridwan.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Glori K. Wadrianto