Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Terduga Teroris Tasik Pernah Ikut Pengajian Baasyir

Rabu, 3 April 2013 | 13:03 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Terduga teroris asal Tasikmalaya, Fajar Sidiq (29), yang diketahui telah ditangkap Densus Antiteror 88, pernah mengikuti pengajian Abu Bakar Ba'asyir di Jakarta beberapa tahun silam.

Fajar saat itu tengah merantau ke Jakarta mulai tahun 2007, saat membantu salah seorang pengusaha baju muslim asal Kota Tasikmalaya.

"Ya, anak saya pernah merantau di Jakarta hampir selama dua tahun. Waktu itu saya tahu kalau anak saya pernah mengikuti pengajian Abu Bakar Ba'asyir. Tapi sepulang dari Jakarta, anak saya tidak berubah dari perilaku sedikit pun. Malah jadi lebih baik dan lebih peduli sama keluarga dan para tetangga," kata Khoerudin (56), ayah kandung Fajar Sidiq, saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Rabu (3/4/2013).

Saat anaknya merantau di kawasan Tanah Abang, Jakarta, lanjut Khoerudin, ia menyuruh anaknya untuk mengikuti kegiatan pengajian. Khoerudin beralasan, supaya Fajar mendapatkan perlindungan dari perilaku yang tidak baik selama di Ibu Kota.

"Maklum, soalnya saat itu kan pergaulan di Jakarta semakin memprihatinkan. Terus di Tanah Abang kan banyak preman. Jadi saya pernah menganjurkan anak saya untuk ikut kegiatan pengajian," kata Khoerudin.

Menurut Khoerudin, anaknya baru pulang kembali ke Tasikmalaya pada tahun 2009. Ia kaget saat anaknya diduga menjadi anggota jaringan teroris dan tersangka perampokan toko emas di Tambora, Jakarta, pada awal Maret 2013 lalu.

Pasalnya, ia mengetahui bahwa anaknya berada di rumah dan menonton televisi menyaksikan pemberitaan perampokan toko emas Tambora. "Saya aneh kok anak saya dikatakan sebagai tersangka perampokan. Soalnya, saat kejadian perampokan toko emas di Tambora, anak saya sedang melihat beritanya di rumah. Iya, saat kejadian ada di sini, di rumah," kata Khoerudin.

Diberitakan sebelumnya, Fajar Sidiq, seorang pengusaha kerudung asal Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, ditangkap anggota Densus 88 di kawasan perkotaan Tasikmalaya, Rabu pekan lalu.

Fajar sempat dikira keluarganya telah diculik oleh seseorang karena tidak pulang selama empat hari. Baru pada Senin kemarin, keluarga mendapatkan surat pemberitahuan dari Densus Antiteror 88 Mabes Polri, bahwa Fajar Sidiq telah ditangkap oleh Densus karena diduga sebagai anggota jaringan terorisme. 


Penulis: Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Editor : Glori K. Wadrianto