Senin, 28 Juli 2014

News / Regional

Siswi Hamil di Surabaya Diupayakan Ikut UN

Senin, 1 April 2013 | 14:13 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak enam siswi hamil terdaftar sebagai peserta ujian nasional (UN) di Surabaya tahun ini. Mereka akan diperjuangkan untuk tetap mengikuti UN pada 15-18 April nanti.

Menurut Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Isa Ansori, enam siswi itu ada yang masih duduk di bangku sekolah tingkat SMP dan SMA, dengan usia kandungan antara tiga sampai enam bulan.

''Mereka dan keluarganya sudah datang pada kami dan meminta pendampingan supaya bisa diizinkan mengikuti unas nanti,'' katanya, Senin (1/4/2013).

Pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan sekolah agar mereka tetap dapat mengikuti UN seperti siswi lainnya, khususnya untuk yang tingkat SMA. Dia menduga masih banyak siswi hamil di Surabaya, tetapi mereka sengaja tidak melapor karena malu, atau memang usia kandungannya masih relatif muda, sehingga belum tampak.

''Catatan kami sebenarnya tahun ini ada tujuh siswi, namun satu siswi sudah melahirkan sehingga memutuskan keluar dari sekolah sebelum pelaksanaan unas,'' jelasnya.

Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, seperti Hotline Pendidikan Surabaya, Yayasan Embun Surabaya, Yayasan Perlindungan Anak Jatim, dan Telepon Sahabat Anak (Tesa), 450 pelajar di Surabaya mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Fakta ini membuat risiko kehamilan pada pelajar di Surabaya menjadi relatif tinggi.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Kistyarini