Rabu, 26 November 2014

News /

KEKERASAN PADA WARTAWAN

Polisi Sayangkan TVRI Gorontalo Tak Melapor

Sabtu, 30 Maret 2013 | 03:40 WIB

GORONTALO, KOMPAS - Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Brigadir Jenderal (Pol) Budi Waseso menyayangkan pihak TVRI Gorontalo yang enggan melaporkan kekerasan yang menimpa wartawan mereka kepada polisi. Laporan korban dari pihak TVRI yang menjadi korban kekerasan oleh massa yang diduga pendukung Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea akan mempermudah penyelidikan.

TVRI sendiri membentuk tim investigasi untuk kasus tersebut.

Menurut Budi, dirinya bahkan sudah memohon kepada Kepala TVRI Gorontalo Irmansyah agar membuat laporan kepada polisi. Dasar laporan tersebut akan menjadi bahan penyelidikan sekaligus bukti kuat bagi polisi untuk menjerat pihak yang diduga berbuat kekerasan dalam insiden di kantor TVRI Gorontalo pada Senin (25/3). Ia juga menjamin keamanan pelapor jika merasa keselamatannya terancam.

”Dasar laporan itu akan menguatkan penyelidikan polisi. Tetap saja mereka belum melapor hingga sekarang,” ujar Budi, Jumat, di Gorontalo.

Tiga karyawan yang menjadi korban pemukulan dalam insiden di Stasiun TVRI Gorontalo adalah Kepala TVRI Gorontalo Irmansyah, Koordinator Liputan TVRI Gorontalo Bambang Ismadi, dan reporter TVRI Gorontalo Ichsan Nento. Atas insiden tersebut, TVRI Pusat mengirim tim investigasi yang tiba di Gorontalo sejak Rabu (27/3).

Mereka terdiri atas General Manager Berita Pipit Irianto dan Kepala Satuan Pengawas Internal Udi Winarno.

Menurut Pipit, pihaknya belum dapat mengambil sikap terkait pelaporan kekerasan itu ke polisi. Fakta-fakta yang dikumpulkan tim investigasi akan dilaporkan kepada unsur pimpinan TVRI di Jakarta untuk dibahas. Paling cepat, Senin pekan depan baru dapat diputuskan sikap TVRI dalam kasus ini.

Selain tiga orang dari TVRI Gorontalo, tiga wartawan lainnya turut menjadi korban ancaman dalam insiden tersebut. Mereka adalah Farid Utina (Trans 7), Andri Arnold (Metro TV), dan Rully Lamusu (ANTV). (APO)


Editor :