Senin, 21 April 2014

News / Regional

Kapolda Gorontalo Minta TVRI Lapor Polisi

Jumat, 29 Maret 2013 | 12:15 WIB

Baca juga

GORONTALO, KOMPAS.com - Penyerangan yang dialami TVRI stasiun Gorontalo Senin (25/03/2013) kemarin masih belum bisa ditangani pihak kepolisian. Kapolda Gorontalo, Brigjen Budi Waseso mengungkapkan hal tersebut di depan wartawan, Jumat (29/03/2013).

Menurut Kapolda, pihak kepolisian kesulitan mengusut kasus ini karena korban, dalam hal ini pihak TVRI, belum juga membuat laporan polisi. "Padahal bukti sudah lengkap, saksi yang melihat kejadian sudah ada, bahkan calon-calon tersangka sudah kita bidik. Tapi gimana mau ditangani korbannya belum melapor?" kata Kapolda.

Menurut Budi, polisi membutuhkan laporan korban untuk memperkuat posisi penuntut hukum di pengadilan. "Kalau tidak ada laporan korban, bisa-bisa terbuka peluang buat mereka (tersangka) untuk mengelak. Jadi kita berusaha menutup semua peluang itu," ujar Kapolda.

Kapolda mengaku telah meminta pihak TVRI untuk melapor ke Polres Gorontalo Kota perihal peristiwa penyerangan yang mereka alami."Tadi malam saya sudah datangi langsung TVRI. Bahkan sampai barusan tadi saya minta kepala TVRI (Irmansyah) untuk melapor. Bukan lagi saya minta, tapi saya rayu. Tapi tetap belum mau juga," ungkapnya.

Kapolda pun mengimbau TVRI untuk tidak mengkhawatirkan keamanan mereka. Kapolda berani memberikan jaminan keamanan jika mereka bersedia melaporkan penyerangan tersebut. "Bahkan saya bilang sama Ihsan (wartawan TVRI), kalau perlu saya nginap di rumahmu," kata Budi.

Di depan wartawan, Kapolda menjelaskan kronologi penyerangan menurut hasil penyelidikan sementara yang dilakukan pihaknya. Massa, menurut Kapolda, tidak berniat menyerang TVRI, mereka mencari Ketua Panwaslu Kota Gorontalo, Rauf Ali, yang saat itu mengumumkan pencoretan calon Wali Kota Adhan Dambea dalam pilkada.

"Mereka (massa Adhan Dambea) pikir Ketua Panwas ada di studio TVRI. Mereka gak tau kalau dia di (Pengadilan Tata usaha Negara) Manado. Dia cuma diwawancarai lewat telepon," tutur Kapolda. "Massa saat itu tengah berkonvoi karena mendengar kabar calon walikotanya lolos. Eh, tiba-tiba ada berita berbeda yang disampaikan ketua panwas lewat TVRI, maka kesanalah mereka rame-rame," lanjut Kapolda.

Akibat pergerakan massa yang tidak terduga itulah yang membuat polisi tidak bisa mengantisipasi serangan ke TVRI. "Jadi tidak benar kami melakukan pembiaran," kata Kapolda.

Saat kejadian penyerangan, terlihat di lokasi beberapa personil polisi termasuk Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Andry Triaspoetra. Kapolres yang juga ikut diwawancarai bersama Kapolda mengaku kedatangan Adhan Dambea ke TVRI adalah atas permintaannya. "Saya telepon wali kota minta massanya ditenangkan. Tapi ya itulah, massa sudah emosi begitu tidak mungkin bisa diatasi sama satu orang," kata Andry. 


Penulis: Kontributor Kompas TV, Muzzammil D. Massa
Editor : Glori K. Wadrianto