Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

Warga Pekanbaru Ditangkap Bobol ATM di Makassar

Kamis, 28 Maret 2013 | 16:27 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Warga Kota Pekanbaru, Riau, Andrianto (44) Jalan Sekolah Rumbai dan Yusliadi (33) warga Kompleks Delima Puri ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Makassar dalam kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kota Makassar, Kamis (28/3/2013).

Kedua tersangka yang diduga kuat merupakan jaringan sindikat pembobolan ATM di Makassar diringkus saat tengah beristirahat di salah satu kamar Hotel Ekslusif Jalan Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Anwar Hasan mengungkapkan, penangkapan kedua warga Pekanbaru ini berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan petugas Unit Operasional Polrestabes. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua tersangka telah melakukan tiga kasus pembobolan di Makassar, dan menggondol puluhan juta rupiah.

"Modus yang digunakan jaringan tersebut yakni dengan memasukkan beberapa batang korek api ke dalam slot beberapa ATM di Makassar. Ini dilakukan agar ATM milik warga tertelan dan tak bisa keluar. Mereka kemudian memasang stiker dan meminta menghubungi nomor tertentu jika ATM tertelan," ungkapnya.

Anwar menambahkan, ketiga korbannya lalu menelepon pelaku dan diarahkan memberikan nomor PIN. "Para tersangka menggunakan mata gergaji kecil untuk mencungkil kartu ATM yang tertelan. Jika korban menghubungi, pelaku berpura-pura sebagai operator dan meminta nomor PIN. Dari situ pelaku menguras isi ATM korbannya," katanya.

Sementara itu, Kepala bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi menerangkan, hingga saat ini polisi telah berkoordinasi dengan kepolisian di Riau untuk mengembangkan kasus tersebut. "Kuat dugaan pelaku memiliki jaringan lintas provinsi dan kerap berpindah-pindah kota untuk melancarkan aksinya," kata Endi.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Glori K. Wadrianto