Dibekuk, Enam Spesialis Pencuri Motor di Makassar - Kompas.com

Dibekuk, Enam Spesialis Pencuri Motor di Makassar

Kompas.com - 15/03/2013, 14:47 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Enam orang spesialis pencurian motor ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Tamalate di dua tempat berbeda. Empat pelaku lainnya diringkus di Jalan Kumala, dan dua pelaku lagi diciduk di Jalan Dg Tata, Kecamatan Tamalate, Jumat (15/3/2013) dini hari.

Para pelaku pencurian motor yang diringkus itu masing-masing berinisial, SD, ADR, IKN, LLN, SMA dan AC. Saat keenam pelaku tersebut diringkus, petugas juga menyita barang bukti dua unit motor yakni jenis Mio Sporty dan Jupiter MX. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa kunci T dan 11 buah anak busur.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsekta Tamalate, Inspektur Satu (Iptu) Herman Simbolon dikonfirmasi menjelaskan, berdasarkan hasil introgasi sementara, para pelaku itu sudah melakukan aksinya sejak lama dan sudah beraksi di puluhan tempat.

"Modus pelaku saat beraksi, mereka menggunakan kunci T dengan cara merusak kontak motor yang terparkir. Beberapa motor yang dicuri itu ada beberapa motor yang sementara terkunci leher dan ada pula yang tidak. Saat ini keenam pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Tamalate," kata Herman.

Mantan Kanit Reskrim Polsekta Makassar itu menyebutkan, berdasarkan hasil introgasi sementara terhadap para pelaku, puluhan unit motor yang dicuri itu sudah dijualnya kepenadah. Dari enam pelaku itu, pelaku berinisial SD yang merupakan aktor sementara lima pelaku lainnya hanya ikut-ikutan atau suruhan SD.

"Dari enam pelaku itu, tersangka SD salah satu aktornya. Sementara lima pelaku lainnya hanya diajak dengan imbalan yang bervariasi. Kadang pelaku lainnya hanya diberikan upah berkisar Rp 250.000 dan Rp 350.000. Saat ini, kami masih melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan pelaku dan mengungkap TKP lainnya, " kata Herman.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Indonesia Dukung Penuh Upaya Kemanusiaan IOM dan UNHCR

Indonesia Dukung Penuh Upaya Kemanusiaan IOM dan UNHCR

Nasional
Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional

Close Ads X