Penyerangan Polres OKU Dicurigai Politis - Kompas.com

Penyerangan Polres OKU Dicurigai Politis

Kompas.com - 13/03/2013, 03:07 WIB

PALEMBANG, KOMPAS - Penyerangan ke Markas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis lalu, dicurigai berlatar belakang politis, yaitu untuk menimbulkan kekacauan di kabupaten itu dan di provinsi menjelang pemilihan kepala daerah.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida usai pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kabupaten OKU, Pemerintah Provinsi Sumsel, Panglima Kodam II/Sriwijaya, dan Kepala Polda Sumsel, di Palembang, Senin (11/3) malam. Pertemuan itu untuk mencari langkah pemulihan dan pencegahan konflik di masa mendatang antara polisi dan TNI.

Laode mengatakan, ancaman kekacauan tak hanya terjadi di OKU, tetapi juga meluas ke Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, yang menjadi lokasi Markas Batalyon Artileri Medan 7615 Tarik/Cailendra. Oknum anggota batalyon itu tercatat menyerang Markas Polres OKU. ”Ada laporan dari OKUT, yang wilayahnya juga diancam akan diganggu terus,” katanya.

Menurut dia, pelaku adalah oknum terdidik dan terlatih, yang menyebarkan pesan singkat (SMS) bernada provokatif lewat telepon seluler. Namun, Laode tak merinci latar belakang oknum itu. ”SMS provokatif masih beredar ke Kapolres OKU Ajun Komisaris Besar Azis Saputra dan Komandan Batalyon Artileri Medan 7615 Tarik/Cailendra Martapura Letnan Kolonel Ifien Anindra serta anggota TNI dan polisi lain,” lanjutnya, seraya meminta SMS berantai itu dihentikan dan pelakunya ditangkap.

Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan, 30 orang anggota TNI yang diduga provokator hingga kini masih diperiksa secara mendalam. (IRE)

Editor

Terkini Lainnya

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional
Berharap Jatipadang Terbebas dari Banjir...

Berharap Jatipadang Terbebas dari Banjir...

Megapolitan
Tifatul: Kasus Novanto Bikin Kita Jadi Kurang Memikirkan Bangsa

Tifatul: Kasus Novanto Bikin Kita Jadi Kurang Memikirkan Bangsa

Nasional
Dalam 1 Hari, Pemerintah Italia Selamatkan 1.100 Imigran Asal Libya

Dalam 1 Hari, Pemerintah Italia Selamatkan 1.100 Imigran Asal Libya

Internasional
Anies: Indonesia Berdasar Pancasila, Kami ingin Semua Kegiatan Terfasilitasi...

Anies: Indonesia Berdasar Pancasila, Kami ingin Semua Kegiatan Terfasilitasi...

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM