Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

1.560 Personel TNI Siaga di Perbatasan dengan Sabah

Jumat, 8 Maret 2013 | 20:57 WIB

SANGATTA, KOMPAS.com — Sebanyak 1.560 personel pasukan TNI dari Kodam VI/Mulawarman ditempatkan di pos-pos wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pihak-pihak luar terkait konflik antara Malaysia dan pasukan Kerajaan Sulu, Filipina.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam VI) Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di Sangatta, Jumat (8/3/2013), mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi dengan menempatkan pasukan di pos-pos perbatasan lengkap dengan pakaian siap tempur.

"Itu saya proyeksikan dan pasukan cadangan sudah saya siapkan di wilayah perbatasan sebanyak dua batalion, untuk mengantisipasi kemungkinan masuk ke wilayah Indonesia," kata Dicky.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dalam jumpa pers di Sangatta mengungkapkan, 560 personel TNI ditempatkan di perbatasan. Selain itu, disiagakan juga dua batalion atau sekitar 1.000 personel. Dengan demikian, total yang disiagakan 1.560 personel.

Menurut Dicky, saat ini situasi dan kondisi di wilayah perbatasan masih aman dan tidak ada tanda-tanda mereka mau masuk ke wilayah Indonesia. Dia menegaskan, Indonesia, khususnya TNI, tidak ingin melibatkan diri dengan konflik yang terjadi di Sabah, Malaysia.

"Kita menghargai mereka untuk menyelesaikannya. Itu urusan mereka, Malaysia, dengan Kerajaan Sulu Filipina," ujar Mayjen TNI Dicky W Usman.

Dia mengatakan, sejauh ini TNI belum mengirimkan tambahan pasukan untuk membantu pengamanan di wilayah perbatasan, dan saat ini dinilai tidak perlu ada tambahan.

Pasukan TNI Kodam VI/Mulawarman siap siaga penuh menjaga dan mengamankan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan.

"Saya kira belum diperlukan bantuan dari Mabes TNI karena saya yang ditugaskan tetap menjaga wilayah. Karena kita yakin dengan kompartemen strategis Kodam VI/Mulawarman yang menggelar kekuatannya akan cukup," ucapnya.

Kehadiran Panglima Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di Kutai Timur dalam rangka kunjungan kerja ke tiga daerah, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau.


Editor : Kistyarini
Sumber: