Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Transportasi

PT KAI Mulai Datangkan Lokomotif Baru dari AS

Jumat, 8 Maret 2013 | 12:39 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tujuh lokomotif baru seri CC 206 pesanan PT Kereta Api Indonesia dari General Electric, Amerika Serikat, telah tiba di Balai Yasa Yogyakarta. Hingga awal 2014, total 144 lokomotif buatan General Electric akan didatangkan ke Balai Yasa Yogyakarta untuk dirakit ulang.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta Sri Winarto mengatakan, kedatangan 144 lokomotif tersebut dilakukan secara bertahap. Pada periode Januari-Februari 2013 didatangkan tujuh lokomotif, kemudian bulan Mei mendatang 35 lokomotif, hingga total 144 lokomotif sampai awal tahun 2014 mendatang.

"Dari total 144 lokomotif baru ini, 100 lokomotif akan digunakan di daerah Jawa, dan sisanya 44 lokomotif di luar Jawa. Sebelum dipakai, lokomotif akan dilengkapi dengan berbagai perangkat suku cadang di Balai Yasa Yogyakarta yang merupakan tipe A," kata dia, Jumat (8/3/2013), di Yogyakarta.

Dalam rangka peremajaan kereta api, PT KAI memesan 144 lokomotif baru dari General Electric. Seluruh lokomotif tersebut buatan tahun 2012. Pusat perawatan lokomotif Balai Yasa Pengok Yogyakarta selama ini menjadi tumpuan perawatan lokomotif serta kereta di wilayah Jawa dan Bali.

Sebanyak 168 lokomotif di Jawa dan 102 lokomotif di Sumatera seluruhnya dirawat secara rutin di tempat ini. "Setiap bulan rata-rata kami merawat sekitar 10 lokomotif di mana masing-masing maksimal harus kami tangani dalam waktu 32 hari. Tahun ini, kami menargetkan perawatan 96 lokomotif, tetapi dalam realisasi kami bisa memperbaiki 102 lokomotif," kata Asisten Manajer Kelangsungan Kerja Balai Yasa Pengok Yogyakarta Sukamto.

Bengkel perawatan kereta yang didirikan oleh Nederland Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) tahun 1914 ini merawat ratusan lokomotif buatan tahun 1977 hingga 2011. Karena kemampuannya, Balai Yasa Pengok Yogyakarta telah meraih standardisasi ISO 9001:2008 sejak Oktober 2011 lalu.


Penulis: Aloysius Budi Kurniawan
Editor : Marcus Suprihadi