Senin, 21 April 2014

News / Regional

Kondisi Baturaja Tegang Sejak Penembakan Anggota TNI

Kamis, 7 Maret 2013 | 11:46 WIB

Baca juga

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kondisi daerah Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, nampak tegang sejak terjadi penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI oleh oknum anggota kepolisian.

Meski peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar sebulan lalu, namun ketegangan kembali mencuat karena adanya kabar akan ada aksi balas dendam.

Warga Baturaja Gustin Moeslimi Singajuru (41) mengatakan, ketegangan itu terlihat dari semakin berkurangnya aktivitas kepolisian di Baturaja.

"Tak ada apel polisi sejak penembakan itu, pos-pos polisi terlihat sepi. Anggota polisi yang saya kenal juga lebih banyak mengenakan baju preman dan tak membawa kartu anggota," kata Gustin, Kamis (7/3/2013).

Rumah Gustin berada tidak jauh dari Markas Polres Baturaja, OKU yang pernah diserang dan dibakar puluhan orang berseragam tentara.

Warga Baturaja pun ikut tegang karena khawatir karena kabar akan adanya aksi balas dendam terus berhembus. Warga Baturaja turut waspada akan adanya kerusuhan oleh aksi balas dendam.

Pada 28 Januari lalu, seorang anggota TNI Yon Armed Martapura, Prajurit Satu Heru Oktavianus (23) tewas tertembak oleh anggota kepolisian lalu lintas Kepolisian Sektor Baturaja, Brigadir BW.

Penembakan yang terjadi tengah malam itu dipicu oleh cekcok mulut. Menyusul kejadian itu, Brigadir BW telah ditangkap.


Penulis: Irene Sarwindaningrum
Editor : Tjahja Gunawan Diredja