Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

Mesin Kapal Mati, 87 Imigran Gelap Diselamatkan

Rabu, 6 Maret 2013 | 01:39 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Puluhan imigran gelap asal Banglades, Myanmar, dan Somalia gagal menyeberang ke Australia karena mesin kapal yang mereka tumpangi mati di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/3/2013) malam. Akibatnya kapal motor bernama Rahayu Lestari dengan kapasitas 6 gross ton tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju negara tujuan Australia.

Wahyudi, humas kantor Basarnas Kendari, mengatakan, pihaknya bersama petugas terkait telah mengevakuasi 87 imigran tersebut dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) menuju pelabuhan feri Wanci, Kabupaten Wakatobi.

"Puluhan imigran berangkat dari Kendari sejak hari Sabtu (2/3/2013) pagi melewati perairan Wakatobi untuk menuju Australia. Nah tadi subuh pukul 05.00 Wita, kapal yang mereka gunakan mati mesin. Kami menerima laporan dari Idris, anggota KP3 Wakatobi, sore tadi," terangnya saat dihubungi, Selasa (5/3/2013) malam.

Wahyudi mengatakan, 87 imigran itu terdiri 42 orang berkebangsaan Banglades, 39 orang dari Myanmar, dan 6 orang dari Somalia. "Saat ini imigran itu ditangani oleh aparat kepolisian. Sebelumnya 5 orang sempat melarikan diri tetapi berhasil ditangkap. Nakhoda kapal yang membawa para imigran tersebut juga melarikan diri," paparnya.

Wahyudi menambahkan, proses penyelamatan para imigran di perairan Wakatobi melibatkan 13 personel pos SAR Wakatobi, 15 anggota Polres Wakatobi, 10 personel KP3, 6 anggota Pol Air Polda Sultra, dan 2 orang dari pos Angkatan Laut.

Sebelumnya diberitakan, kantor Imigrasi Kelas II/A Kendari telah menahan 50 imigran gelap saat transit di Kendari. Para imigran digerebek petugas di beberapa lokasi dalam Kota Kendari. Saat ini puluhan imigran diinapkan di rumah karantina imigrasi dan sebagian lagi di rumah dinas pegawai kantor imigrasi. Mereka selanjutnya akan diserahkan ke beberapa rumah detensi imigrasi (redunim) yang ada di Indonesia.


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : A. Wisnubrata