Rabu, 20 Agustus 2014

News / Regional

Penangkaran Penyu Obyek Wisata Andalan Pariaman

Senin, 4 Maret 2013 | 04:16 WIB

PARIAMAN, KOMPAS.com - Penangkaran penyu yang berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat menjadi salah satu objek wisata andalan di Pariaman. "Kita menjadikan penangkaran penyu objek tujuan wisata di Kota Pariaman," kata Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, di Pariaman, Minggu (3/3/2013).

Menurut dia, sudah banyak wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara yang datang ke lokasi penangkaran penyu yang berada di Desa Apar itu. "Para wisatawan itu tidak saja melihat proses pembibitan, namun juga bisa melepaskan anak penyu ke pantai," katanya.

Penangkaran penyu memiliki sekitar 600 butir telur yang siap ditetaskan. Biasanya telur dapat menetas dalam waktu 58 hari. "Jenis penyu dalam konservasi itu yakni penyu hijau (Chelonia mydas),penyu sisik (Eretmochelys imbricata) serta penyu lekang (Lepidochelys olivacea)," jelas Mukhlis Rahman.

Dia mengatakan, saat ini populasi penyu di habitatnya mengalami penurunan cukup tajam. Salah satu penyebab populasi penyu berkurang, yakni penangkapan penyu oleh orang tidak bertanggung jawab dan maraknya perdagangan telur penyu oleh sebagian masyarakat pinggiran pantai. "Untuk itu, Pemkot Pariaman telah melakukan upaya-upaya penyelamatan populasi tersebut," kata dia.

Menurut dia, perlu tindakan nyata dalam penyelamatan penyu yang terancam punah akibat maraknya perburuan telur penyu dan penangkapan penyu oleh orang tidak bertanggung jawab. "Penyu itu perlu dikembangbiakkan mengingat populasinya sudah mulai berkurang akibat maraknya perburuan telur penyu serta penangkapan liar penyu," kata dia.

Untuk penyelamatan penyu, lanjut Mukhlis Rahaman pemerintah akan membeli telur penyu dari masyarakat seharga Rp 3.000 perbutir. "Masyarakat ikut andil dalam peningkatan populasi dan penangkaran penyu yang mulai terancam punah," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Pariaman Yandri Leza menyatakan Dinas Perikanan dan Kelauatan Kota Pariaman berencana akan merenovasi penangkaran penyu yang ada di desa apar itu dengan total anggaran sekitar Rp 2 miliar. "Penangkaran penyu dengan luas delapan hektar akan direnovasi, dibuat kolam-kolam pembibitan dan pengembang biakan penyu," ujar dia.

Menurut dia, selain dibuat kolam-kolam pembibitan pihaknya juga akan membuat arena rekreasi bagi pengunjung. Wisatawan selain menikmati indahnya Pantai Ampalu Desa Apar juga bisa melepaskan tukik (anak penyu) ke pantai. "Renovasi penangkaran penyu itu akan selesai dikerjakan pada tahun 2014," ujar dia.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: