Jumat, 21 November 2014

News / Regional

Nama-nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cianjur

Rabu, 27 Februari 2013 | 19:06 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com -- Jenazah belasan korban yang meninggal dunia di RSUD Cimacan, Cianjur, Jabar, Rabu (27/2/2013) berhasil diidentifikasi.    

Berikut nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi, Herlan (50), Dedeh (45), Panda (8), Dede Opik, Ani (47), Cucum (45), Yusuf Subrata (39), Hadi (51), Dedeh (45), Eram, Emun, Ema, Siti Subadriyah, Siva (6), Tia (15), Romdoni (14), Atih Ratinah Nengsi (14) dan Mr X.

Saat ini seluruh korban meninggal telah dibawa pulang ke kampung halamnya di Kampung Kemang, Desa Cigudeng, Kecamatan Sukajaya, Bogor, mengunakan belasan ambulans, kecuali Atih Ratinah Nengsi yang kini masih jasadnya masih disimpan di RSUD Cianjur. Atih meninggal setelah mendapat perawatan dari tim medis RSUD Cianjur.

Sebelumnya puluhan anggota keluarga terus berdatangan ke RSUD Cimacan, untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka yang ikut dalam rombongan bus wisata ziarah dengan tujuan makam Cikundul di Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur.    

Bahkan beberapa orang di antaranya sempat tidak sadarkan diri, ketika mendapati salah seorang anggota keluarga mereka dinyatakan meninggal dunia.

Suasana duka begitu terasa hingga malam menjelang, bahkan isak tangis mewarnai ruang jenazah ketika pihak keluarga berhasil mengenali keluarga mereka yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kelebihan Muatan

Di bagian lain, Bupati Kabupaten Bogor, Rahmat Yasin menilai, kecelakaan yang menimpa puluhan warganya itu, akibat kelebihan muatan dan bus yang sudah tidak layak jalan tetapi dipaksakan untuk beroperasi.

Namun pihaknya tetap akan menanggung seluruh biaya korban yang mengalami luka berat sedang dan ringan, dengan cara merujuk para korban tersebut ke dua rumah sakit di Bogor.

Dia mengungkapkan, tercatat 67 orang penumpang dewasa terdapat di dalam bus tersebut, ditambah puluhan anak balita dan remaja.

Ketika memasuki jalan menurun di wilayah Parabon Puncak, sopir diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan sehigga menabrak tebing hingga akhirnya terjungkal.    

"Kecelakaan ini akibat over kapasitas penumpang dan kondisi bus yang sudah tidak layak jalan namun tetap dipaksakan. Saya dapat laporan, jumlah penumpang dewasa saja mencapai 67 orang seharusnya bus hanya memuat 50 orang," katanya.

Guna menghindari yang sama ke depan, pihaknya akan memperketat sistem uji kelayakan kendaraan umum berbagai jenis dan ukuran agar tidak mudah memberikan izin pada kendaraan yang sudah tidak layak jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Cianjur, Aban Sobandi, membenarkan hal tersebut. Pihaknya menilai kecelakaan tersebut, akibat over kapasitas penumpang dan kondisi bus yang sudah tidak layak jalan.

"Untuk pastinya kita telah menurunkan tim, guna mencari penyebab pasti kecelakaan. Saat ini kita menyimpulkan kecalakaan akibat over kapasitas dan tidak layak jalan karena kita menemukan bekas rem sebelum bus terjungkal," katanya.

 


Editor : Farid Assifa
Sumber: