Dispenad: Perampok di Medan Bukan Anggota TNI - Kompas.com

Dispenad: Perampok di Medan Bukan Anggota TNI

Kompas.com - 26/02/2013, 10:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Salah satu dari tujuh perampok yang dilumpuhkan polisi saat beraksi di Toko Dunia International Tailor Jalan Gatot Subroto, Medan pada Sabtu akhir pekan lalu, ternyata bukan lagi anggota militer. Heru yang sebelumnya diduga sebagai oknum TNI karena saat ditangkap masih mengenakan kaus loreng dan sepatu laras militer, telah dipecat (desersi) sejak tahun 2008.

"Setelah kami cek ternyata Heru adalah mantan anggota TNI yang sudah dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat sejak bulan Januari tahun 2008 karena disersi. Dengan demikian Heru bukan oknum TNI, tetapi mantan atau pecatan TNI," kata Kasubdis Penum Dispenad Kolonel Zaenal M yang menghubungi Kompas.com untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya, Selasa (26/2/2013).

Zaenal menegaskan, saat dipecat pada bulan Januari 2008 umur Heru sekitar 22 tahun dengan pangkat Pratu. "Sekarang tahun 2013, mungkin bisa diperkirakan saja (umurnya), karena kamu enggak punya dataa tentang dia yang sudah dipecat," jawab Zaenal terkait kepastian usia Heru. Penjelasan ini menjawab kesimpangsiuran yang terjadi terkait usia Heru yang sempat disebut 21 tahun.

Diberitakan sebelumnya, Heru bersama enam rekan lainnya, yakni Suaib (38), Mujadi (24), Yadi (32), Ance Mahendra (32), Hamdan Ismail (43), dan Satu Ginting (43) dilumpuhkan dengan timah panas dari Unit Jahtanras Polresta Medan.

Belakangan, seiring dengan pengembangan kasus tersebut, terungkap pula Bripka B Nababan yang bertugas di Unit Jahtanras Polresta Medan terlibat dalam perampokan itu dan ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Medan, AKP Hendra ET saat dikonfirmasi via telepon selularnya, membenarkan Bripka Nababan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hendra mengatakan, Nababan berperan sebagai pemantau dan pemberi informasi kepada para pelaku perampokan tersebut.

 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X