Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Banjir di Semarang, Puluhan Kereta Api Tertahan

Minggu, 24 Februari 2013 | 01:00 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Hujan cukup deras yang terus mengguyur wilayah Semarang dan sekitarnya sejak Jumat (22/2/2013) malam mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Selain di kawasan perumahan penduduk, banjir juga menggenang di beberapa titik rel kereta api.

Hingga Sabtu siang, genangan banjir di sejumlah daerah belum juga surut. Akibat genangan itu puluhan kereta api penumpang ataupun barang sempat tertahan di beberapa daerah. Tercatat ada empat KA penumpang dan delapan KA barang dari arah timur yang tertahan.

Sedang dari arah barat terdapat 13 KA penumpang dan enam KA barang yang tertahan. Humas PT KAI Daop IV Semarang, Surono mengatakan, hujan pada Jumat malam menyebabkan banjir pada empat titik jalur KA.

Yakni antara Semarang Stasiun Tawang hingga Stasiun Poncol, dua titik antara daerah Jerakah dan Mangkang Semarang serta satu titik antara Stasiun Tawang dan Stasiun Alas Tua.

"Disamping empat titik banjir, juga ada satu titik longsor di daerah Jerakah-Mangkang sekitar 10 meter dengan kedalaman 2 meter, tapi sudah bisa diatasi dan dilewati dengan kecepatan tertentu," ujar Surono, Sabtu (23/2/2013).

Ia mengatakan hingga saat ini masih ada satu titik genangan yang masih tinggi yakni di kawasan Muktiharjo Semarang, menuju stasiun Alas Tua. Ketinggian air di jalur kereta masih sekitar 12 cm. Hal ini mengakibatkan perjalanan kereta api belum bisa normal.

"Sementara diatasi dengan menarik menggunakan KRD (kereta api rel diesel), sebab kalau dipaksakan bisa merusak komponen elektrik lokomotif yang bisa sebabkan konsleting," tambahnya.

Pelayanan di Stasiun Tawang saat ini juga dipindahkan ke Stasiun Poncol. Ketinggian air yang menggenang di stasiun Tawang mencapai sekitar 50 cm. "Kalau semalam memang hampir semua kereta api tertahan, dan pemberangkatan jelas mengalami keterlambatan makanya penumpang diberi kompensasi makanan dan minuman," kata dia.

Banjir diharapkan bisa segera surut agar jalur kereta bisa segera lancar. Sejumlah kereta saat ini mulai dijalankan namun dengan kecepatan tertentu. Salah seorang penumpang Singgih (40), mengaku cukup terkendala dengan adanya banjir.

Ia yang akan berangkat ke Surabaya sudah menunggu pemberangkatan sekitar dua jam. "Ya terganggu tapi kan ini alam, jadi kami bisa memaklumi. Semoga segera surut dan lancar," ujarnya.

Banjir yang menggenang di sejumlah wilayah di Kota Semarang juga sempat membuat macet di jalur pantura terutama ke arah Jakarta pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Jalur tersebut didominasi truk dan bus. Hingga Sabtu sejumlah wilayah di Kota Semarang masih terpantau hujan.


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Benny N Joewono