Sabtu, 19 April 2014

News / Regional

Sulsel Urutan ke-13 dalam Peredaran Narkoba

Sabtu, 23 Februari 2013 | 17:04 WIB

Baca juga

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Dibandingkan 33 provinsi lainnya di Indonesia, Sulawesi Selatan menempati posisi ke-13 dalam peredaran narkoba. Posisi itu menempatkan Sulsel sebagai kawasan dengan kerentanan peredaran narkoba relatif sedang.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal Anang Iskandar dalam kunjungan kerja di kantor BNN Provinsi Sulsel, Kota Makassar, Sabtu (23/2/2013). "Boleh dikatakan menengah kerentanan terhadap narkoba di Sulsel, dengan prevalensi 1,9," kata Anang.

Peredaran terbesar, katanya, tetap berada di daerah Jakarta. Namun untuk mengantisipasi peredaran itu agar tak meluas, BNN berupaya selamatkan pengguna narkoba, dan terus berupaya menghalau peredaran dan penyelundupan narkoba di Indonesia.

Dari beberapa jenis narkoba yang beredar, kata Anang, diidentifikasi sebagian besar berasal dari Afganistan. Jenis amphetamin stimulan dari Belanda, India, dan Nigeria. Namun di Indonesia, sindikat utama berasal dari. Nigeria. "Sebagian besar peredaran narkoba di Indonesia itu tak langsung ke daerah tujuan di Indonesia. Namun peredaran itu melalui beberapa negara terlebih dahulu, seperti Malaysia dan Singapura," katanya.

Menurut Kepala BNN Provinsi Sulsel, Richard M Nainggolan, dibandingkan kota lainnya di Sulsel, Kota Makassar merupakan tempat peredaran narkoba relatif tinggi selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan data Polda Sulsel, pada tahun 2011 ada 642 kasus narkoba dengan 918 tersangka. Pada tahun 2012, jumlah kasusnya bertambah jadi 780 kasus.

Upaya mengatasi peredaran narkoba di Sulsel, menurut Richard, masih terkendala keterbatasan personel dan perwakilan kantor BNN yang minim. Dengan jumlah 24 kabupaten, BNNP Sulsel baru memiliki satu kantor perwakilan di Kota Palopo. Padahal luas Sulsel mencapai 45 ribu kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 8,6 juta jiwa.

"Sementara ini baru satu kantor perwakilan yang telah disetujui pemerintah daerah setempat dan oleh BNN, yakni Kabupaten Tator. Tapi ada juga beberapa daerah yang mulai mengusulkan untuk didirikan kantor perwakilan BNN, yaitu di Bone, Luwu Utara, Jeneponto, Bulukumba, Parepare, Pangkep, dan Maros," paparnya.


Penulis: Madina Nusrat
Editor : Nasru Alam Aziz