Senin, 24 November 2014

News / Regional

Menonton Fenomena Puting Beliung di Gili Trawangan

Sabtu, 16 Februari 2013 | 22:17 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Warga dan wisatawan yang tengah berlibur di Gili Trawangan, Lombok Utara, Sabtu (16/2/2013) dikejutkan dengan munculnya pusaran angin menyerupai angin puting beliung yang diperkirakan terjadi di sekitar Perairan Desa Melaka, Lombok Utara.

"Saya sudah beberapa kali menyaksikan angin seperti ini," kata Sultan, salah seorang petugas satuan pengaman Gili Trawangan. Sementara itu, sejumlah wisatawan asing tak mau ketinggalan mengabadikan fenomena alam yang jarang-jarang bisa mereka saksikan.

Pihak Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG Selaparang-Bandara Internasional Lombok, yang dikonfirmasi menyatakan peristiwa alam yang disaksikan warga dan wisatawan di Gili Trawangan dikenal dengan waterspot.

"Seperti puting beliung, hanya saja penyebutannya kalau puting beliung itu terjadi di darat, dan yang terjadi di perairan disebut waterspot, " kata Anggi Dewita, prakirawan BMKG Selaparang-BIL.

Anggi menyatakan, fenomena alam seperti waterspot atau puting beliung memang berpeluang terjadi di musim pancaroba dan musim penghujan. Kemunculan waterspot, seperti puting beliung selalu disertai dengan awan tebal yang dikenal dengan comulo nimbus (CB).

"Kalau di musim penghujan seperti ini, biasanya cuaca akan sangat cerah dalam satu dua hari menjelang munculnya waterspot," ungkap Anggi.

Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Lombok Utara, tidak ada korban materi maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja pihak BMKG meminta masyarakat untuk selalu waspada dengan kemunculan puting beliung, karena kecepatannya yang bisa merusak. "Kecepatan angin saat terjadinya waterspot atau puting beliung bisa mencapai lebih dari 65 kilometer per jam," tandas Anggi.


Penulis: Kontributor Kompas TV, Abdul Latif Apriaman
Editor : Glori K. Wadrianto