Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Pilkada Jabar

Buatlah Visi-Misi yang Realistis

Sabtu, 9 Februari 2013 | 22:21 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Memasuki masa kampanye, lima pasangan calon Pilkada Jabar memulai tur keliling Jawa Barat selama 14 hari untuk mengampanyekan visi dan misi mereka demi memikat para pemilih. Namun, sampai saat ini ternyata belum ada visi dan misi yang realistis yang bisa dipegang oleh warga.

Kesimpulan tersebut diucapkan oleh budayawan Acep Iwan Saidi yang dihubungi belum lama ini. Dia berkesimpulan bahwa visi dan misi para calon yang masih abstrak belum bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang konkret atau indikatornya pasti.

"Misalnya dalam tahun pertama akan seperti ini, tahun berikutnya seperti itu, dan seterusnya hingga tahun ke lima. Dengan demikian, masyarakat bisa menagih bila janjinya tidak tercapai," kata Iwan.

Misalnya bila mengangkat visi Jabar 2018 sejahtera, harus bisa diterjemahkan menjadi program konkret di bidang kesehatan, pendidikan, atau semacamnya. Para calon harus menjanjikan sesuatu yang konkret, bukan hal yang abstrak.

Gaya

Dalam penyampaian visi dan misi pasangan calon di depan anggota DPRD Provinsi Jabar tanggal 7 Februari, terlihat beragam gaya maupun penguasaan panggung dari mereka. Misalnya Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib yang menyisakan waktu enam menit dari 20 menit, berbeda dengan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim yang kehabisan waktu sehingga harus dipotong.

Ada pula Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zainal Lan yang presentasi menggunakan animasi dan menyelesaikannya tepat waktu, serta Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang bergantian memberi pemaparan. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki tidak kalah heboh dengan membawa seikat padi yang diklaim bisa panen 12 ton per hektar serta kacang-kacangan.

Acep berpendapat bahwa gaya presentasi tidak punya korelasi dengan substansi visi dan misi mereka. "Apa yang dipaparkan belum tentu sama dengan yang nanti dilakukan," katanya.

 


Penulis: Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Marcus Suprihadi