Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Pencarian Lima Pendaki di Gandang Dewata Terkendala Cuaca

Jumat, 8 Februari 2013 | 18:33 WIB

MAMASA, KOMPAS.com -- Lima pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat, sejak 24 Januari lalu hingga kini belum ditemukan. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari PMI, Mapala, TNI-Polri dan organisasi sosial yang dikerahkan untuk menyisir pegunungan tertinggi di Sulawesi Barat tersebut. Namun sejak sepekan terakhir, hasilnya masih nihil. Cuaca seperti hujan dan kabut menjadi salah satu kendala upaya pencarian korban hilang.

Tim pencari yang kini sudah berada di Gunung Gandang Dewata hari ini akan kembali melanjutkan pencarian. Sementara aktivis dari berbagai lembaga sosial dan kampus di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan yang bersimpati pada para korban, terus berdatangan ke posko untuk mendaftarkan diri sebagai tim relawan. Sebanyak 11 relawan yang mendaftarkan diri di posko tim SAR gabungan di Mamasa hari ini mulai mencari lima pendaki di sejumlah lokasi.

Enam regu TNI-Polri dibantu sejumlah warga yang diberangkatkan siang kemarin, masih menempuh perjalanan dari posko pertama ke posko berikutnya. Tim beranggotakan TNI-Polri dibantu warga setempat ini akan menyisir wilayah pos tiga, pos lima dan pos tujuh yang diperkirakan lokasi tersesatnya kelima pendaki tersebut.

Untuk menempuh perjalanan dari poko satu ke posko tujuh hingga posko terakhir di pos 10 diperlukan waktu tiga hingga empat hari perjalanan. Kondisi medan yang berbuktit terjal dan hutan, cukup menyulitkan para tim menyisir pengunungan Gandang Dewata.

Cuaca yang tidak menentu seperti hujan dan kabut tebal, membuat jarak pandang terbatas, terutama pada pagi dan sore hari. Kondisi ini cukup menyulitkan para tim menyisir sejengkal demi sejengkal wilayah pegunungan Gandang Dewata.

Fasilitas komunikasi yang terbatas serta jaringan telepon yang belum menjangkau wilayah ini, cukup merepotkan para tim pencari berkoordinasi dengan tim yang berjaga di posko induk di Kabupaten Mamasa.

Seperti diberitkan Kompas.com sebelumnya, kelima pendaki yang juga mahasiswa pencinta alam dari tiga perguruan tinggi di Sulsel dan Sulbar tersebut, hilang di Gunung Gandang Dewata sejak 24 Januari lalu. Kelima pendaki itu antara lain Awaluddin, mahasiswa Unsulbar; Muhcsin, mahasiswa Unasman Polewali Mandar; Ilham, Nurhidayat dan Farhan, ketiganya mahasiswa UIN Makassar.

Kelima pendaki itu diketahui meninggalkan kampus dan rumah mereka sejak 23 Januari. Mereka memulai pendakian sejak 25 Januari lalu. Rencananya kelimanya dijadwalkan pulang ke kampus dan rumah mereka pada 31 Januari. Namun hingga Jumat (8/2) hari ini, jejak kelima pendaki ini belum diketahui.

Para keluarga mahasiswa yang hilang kini menanti dengan rasa cemas. Mereka berharap keluarga mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Abdul Rasyid dan Ruhaeda, orang tua Mukhsin, menyatakan sangat mencemaskan putranya. "Semoga bisa ditemukan secepatnya," harap Abdul Rasyid.


Penulis: Kontributor Polewali, Junaedi
Editor : Farid Assifa