Senin, 28 Juli 2014

News / Regional

Visi dan Misi Lima Cagub Jawa Barat

Kamis, 7 Februari 2013 | 18:39 WIB

Berita terkait

BANDUNG, KOMPAS.com -- Lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 - 2018 memaparkan visi dan misi pada rapat paripurna istimewa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Kamis, (7/2/2013). Seperti diketahui kelima calon itu yakni Dikdik Arif Maulana Mansur - Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS. Syafiudin - Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Efendi - Lex Laksamana Zainal Lan, Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki.

Kelimanya sama-sama ingin membangun Jawa Barat menjadi lebih baik, namun dengan konsep yang berbeda. Hal yang sangat mendasar kelimanya menjanjikan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, pelayanan kesehatan, kecukupan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, keagamaan, pengembangan seni budaya, ketertiban dan keamanan, dan bidang lainnya.

Pasangan cagub-cawagub dari jalur independen Dikdik Arif Maulana Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib mempunyai visi dan misi "TAWADHU" yang kepanjangannya Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis, Harmnis dan Unggul. Tertib maksudnya tercipta masyarakat yang bercermin pada perilaku tertib dan teratur. Lalu Aman bermakna masyarakat yang terhindar dari rasa kecemasan, mampu berkarya dan menjalankan aktivitas kehidupan secara normal.

Lalu Wibawa berarti bahwa masayarakat yang berkharisma dan mampu menyelesaikan permasalahan secara proporsional. Sedangkan Asri berarti pemeliharaan kelestarian lingkungan. Sementara Dinamis, yakni mampu bergerak secara cepat, tepat, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Harmonis bermakna sikap masyarakat yang mencerminkan keserasian. Terakhir Unggul, yakni masyarakat yang mampu bersaing di era kemajuan teknologi saat ini.

Sementara visi dan misi pasangan Irianto MS. Syafiudin - Tatang Farhanul Hakim adalah menjadikan Jabar "MULIA", yakni Makmur, Unggul, Lestari, Inovatif, dan Agamis. Makmur yaitu mampu menggali dan memanfaatkan segala sumber daya untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Unggul bermakna memiliki kemampuan kompetisi dalam persaingan global dan regional. Lestari yaitu mampu menjaga kondisi dan kualitas lingkungan secara berkesinambungan. Inovatif yakni mampu menerapkan ilmu pengetahuan informasi dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat. dan terakhir Agamis yakni mampu menerapkan nilai-nilai kehidupan.

Sedangkan pasangan Dede Yusuf - Lex Laksamanan Zainal Lan memiliki visi dan misi yang disingkat menjadi "Babarengan", yaitu wujud kebersamaan yang menjadi sinergi positif masyarakat Jawa Barat dalam melaksanakan dan menikmati hasil pembangunan secara bersama-sama. "Babarengan" memiliki arti "tidak ekslusif", tidak mementingkan kelompok dan mengedepankan semangat gotong royong serta menghormati perbedaan masyarakat Jawa Barat.

"Babarengan" dijabarkan dalam beberapa kondisi, yakni Bahagia berarti kondisi masyarakat Jabar yang bahagia secara lahiriah sebagai wujud kemapanan batiniah dalam berbagai sektor kehidupan. Sejahtera menunjukan keadaan aman dan sentosa; Berkarya, mewujudkan Jabar sebagai provinsi yang berjaya, menurunkan jumlah masyarakat miskin seminimal mungkin dari total populasi Jabar, dan membuka lapangan pekerjaan yang merata.

Lalu pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar memiliki slogan "Selalu Dekat dan Melayani". Kedua pasangan ini mengusung visi Jawa Barat maju dan sejahtera untuk semua. Sedangkan misinya adalah membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing; membangun perekonomian yang kokoh dan berkeadilan; meningkatkan pemerintahan melalui profesionalisme tata kelola dan perluasan partisipasi publik; mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dengan pembangunan infrastruktur strategis yang berkelanjutan; mengokohkan kehidupan sosial kemasyarakatan melalui peningkatan peran pemuda, olahraga, seni, budaya dan kearifan lokal.

Terakhir adalah visi dan misi pasangan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki. Pasangan berjuluk "Paten" ini mengusung visi Menjadikan Jawa Barat adil dan makmur melalui pelayanan birokrasi yang bersih terbebas dari korupsi, berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan berbasis budaya.

Sedangkan misinya adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan, kecukupan gizi pangan rakyat dan kemudahan akses pelayanan kesehatan; meningkatkan pelayanan birokrasi yang bersih dan profesional serta berorientasi pada pelayanan publik; meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan akses informasi, modal dan pasar, serta sarana pasar peningkatan kemampuan produksi rakyat; meningkatkan koordinasi dengan pemerintahan pusat dan kabupaten kota untuk mewujudkan pemerataan dan keseimbangan pembangunan antar wilayah yang berwawasan lingkungan serta; memelihara dan memperkokoh toleransi kehidupan umat beragama dan keragaman sosial budaya.


Penulis: Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Editor : Farid Assifa