Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

13 Nelayan Sultra Hilang di Perairan Menui

Selasa, 29 Januari 2013 | 16:37 WIB

KENDARI, KOMPAS.com -- Sebanyak 13 awak Kapal Motor (KM) Herling yang bertolak dari dermaga Lapulu Kendari tujuan Pulau Menui, Sulawesi Tenggara, dilaporkan hilang. Salah seorang anak buah kapal (ABK) yang tidak ikut berlayar, Nasir melaporkan kejadian itu ke kantor Basarnas Kendari.

Juru bicara Kantor Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan kehilangan 13 awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Setelah kami terima laporan kemarin dari pak Nasir, hari ini 20 personel langsung kami terjunkan untuk mencari 13 nelayan yang dinyatakan hilang, di perairan pulau Menui, Sulawesi Tengah," terangnya, Selasa (29/1/2013).

Wahyudi mengatakan, tim pencarian 13 nelayan itu menggunakan Rescue Boat 210 yang dipimpin oleh Guntur dari Basarnas Kendari.

"Pencarian 13 nelayan itu akan dilakukan selama tujuh hari. Pencarian bisa dilanjutkan jika ada tanda-tanda temuan para korban. Tetapi, pencarian bisa dihentikan sebelum tujuh hari jika semua korban telah ditemukan," jelasnya.

Dikatakan Wahyudi, KM Herling bertolak dari dermaga Lapulu Kendari sejak tanggal 18 Januari lalu, menuju perairan Menui, Sulawesi Tengah. Seharusnya para awak kapal yang biasa menangkap ikan itu kembali pada tanggal 25 Januari.

"Biasanya, tujuh hari atau minggu tepatnya 25 Januari lalu, mereka sudah sampai di Lapulu ini. Tapi, sampai sekarang belum pulang. Di kapal itu sebanyak 13 orang dan bos kapal itu kehilangan kontak dengan mereka," ungkap Wahyudi berdasarkan laporan Nasir, salah satu ABK KM. Herling yang tidak ikut berlayar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kapal itu dinahkodai Harling yang juga pemilik kapal. Sedangkan 12 ABK antara lain Yoko, Hardi, Awal, Wawan, Sul, Adil, Toni, Cappo, Eling, Hamid, Dadang, dan Raman.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari telah mengeluarkan peringatan kepada para nelayan dan armada kapal untuk tidak berlayar selama cuaca ekstrem. Namun sebagian nelayan di Sultra tidak mematuhi peringatan tersebut.


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Farid Assifa