Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Kader PKNU Diperebutkan, Masih Tunggu Keputusan DPP

Jumat, 25 Januari 2013 | 00:33 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Tiga anggota DPRD Kota Probolinggo, Jawa Timur, dari PKNU menjadi rebutan sejumlah parpol untuk dijadikan caleg pada Pemilu 2014. Mereka ditawari menjadi caleg dari sejumlah partai tersebut. Namun, ketiganya belum menjawab tawaran itu karena menunggu petunjuk dari DPP PKNU.

Salah satunya, Ummil Sulistyoningsih. Sekretaris Komisi B DPRD itu mengaku telah menerima surat dari DPC PKB yang berisi penawaran pendaftaran caleg. Bahkan, sejauh ini sudah ada empat partai yang mendekati dirinya.

Keempat partai itu punya alasan mendekati Ummil. Maklum, selain menjadi dewan, ia juga menjabat Ketua Fatayat NU dan aktif dalam kegiatan NU. Suara dari warga NU itulah yang menjadi incaran keempat partai sehingga menawari Ummil.

"Tapi tawaran itu belum kami jawab. Kami menunggu instruksi dari DPW dan DPP. Rencananya, anggota dewan PKNU se-Jatim akan dikumpulkan di DPW akhir bulan ini, nanti akan diputuskan soal akan diarahkan ke partai apa. Kami kan masih anggota dewan dari PKNU," katanya, Kamis (24/1/2013).

Ketua DPC PKNU yang juga Ketua Komisi A, As'ad Ansharin, malah lebih banyak mendapatkan tawaran. Tak tanggung-tanggung, 8 dari 10 partai yang ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014 sudah melayangkan ajakan kepadanya untuk bergabung.

Kedelapan partai itu melihat As'ad sebagai peraup suara yang dahsyat. Maklum, As'ad dikenal sebagai politisi kawakan, tokoh NU tulen, dan baru-baru ini disebut-sebut sebagai bakal calon wali kota pada pemilihan wali kota Probolinggo pada Agustus mendatang.

Apa jawaban As'ad tentang hal itu? "Kami masih menunggu arahan dari DPP PKNU. Kalau seandainya diberi kebebasan, sudah ada di hati. Hanya Partai Gerindra dan Partai Demokrat yang belum mengajak saya," ujarnya.

As'ad pernah bersikukuh tidak akan kembali ke PKB. Akan tetapi bila DPP PKNU memintanya kembali ke PKB, As'ad menjawab, "Ya kalau ada perintah dari DPP PKNU untuk kembali ke PKB, enggak tahu lagi, hehehe...," ungkapnya.

Adapun Hamid Rusydi, anggota Komisi C dari PKNU, sejauh ini telah diajak dua partai. "Saya tidak terlalu terkenal, jadi yang ngajak hanya dua partai," katanya merendah.


Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo