Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Kopassus Gadungan Tipu Anggota Koramil

Selasa, 22 Januari 2013 | 21:10 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com -- Banyak jalan menuju Roma termasuk dalam hal mencari jodoh. Tapi jangan sekali-kali meniru Abdul Malik (36), warga Palebon, Pedurungan, Kota Semarang, ini.

Pria berprofesi makelar tanah ini, Selasa (22/1/2013) siang menjadi bulan-bulanan warga Bergas Kidul, Kabupaten Semarang lantaran kedoknya terbongkar. Mengaku anggota TNI berpangkat kolonel dan menjabat sebagai Komandan Grup Kopassus Kartosuro, Malik, Jumat (11/1/2013) lalu sempat dikenalkan kepada seorang gadis keponakan Suroso, anggota Koramil 15/Klepu dengan maksud menjadikannya istri.

"Saat itu saya percaya, karena sangat meyakinkan sekali dengan seragamnya. Dia mengaku akan mencari tanah di sekitar sini sekaligus lagi mencari calon istri. Saya kemudian mengenalkannya dengan keponakan saya bernama Rahayu dan janjian datang lagi Minggu (13/1) pagi," ungkap Suroso, saat ditemui di Koramil 15/Klepu, seusai mengamankan pelaku.

Suroso mulai curiga ketika Malik menginap di rumahnya. Kecurigaan muncul karena Malik tidak berangkat dinas. Namun sesekali pelaku pamit keluar, alasannya akan ke Batalyon Kavaleri Ambarawa.

"Saya akhirnya meminta saudara saya yang dinas di Kodam untuk mengecek identitas Malik ini. Ternyata tidak ada Komandan Kopasus Kolonel Abdul Malik. Memang tidak ada kerugian materi, tetapi saya malu karena sudah mengenalkannya kepada saudara dan masyarakat sekitar," kata Suroso.

Pelaku dengan mudah ditangkap setelah termakan jebakan agar ia datang ke rumah Suroso lagi di Bergas Kidul RT 2 RW 3, dengan alasan akan dikenalkan dengan seorang wanita. Selasa (22/1/2013) sekitar pukul 12.00, pelaku datang ke rumah Suroso.

"Kamu tunggu di sini, saya panggil wanita itu. Tetapi saya langsung telepon koramil dan akhirnya ditangkap," kata Suroso.

Selain berpakaian militer lengkap dengan atributnya, dari tas pelaku juga didapati uang Rp 820 ribu dan stiker Kodam IV/Dipenogoro serta ponsel. Petugas juga mengamankan sepeda motor dan 3 buah papan nama palsu bertuliskan Prof Dr. Bagus Pamungkuas, Prof Dr Ali Khadik dan Prof Abdul malik.

Nama-nama itu diduga kuat juga digunakan pelaku dalam melancarkan tipu muslihatnya. Kini, pelaku yang mengaku mertuanya masih aktif dinas sebagai PNS Kodam IV/Diponegoro bernama Zaenuri ini, diamankan di Kodim Salatiga untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Editor : Farid Assifa