Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Hingga Siang, Aceh Masih Digoyang Gempa

Selasa, 22 Januari 2013 | 15:29 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Banda Aceh, Syahnan menyebutkan, gempa susulan masih terjadi pascagempa utama yang melanda Aceh pada Selasa (22/1/2013) subuh tadi.

Berdasarkan catatan BMG Mata Ie, sudah terjadi 12 kali gempa susulan dengan kekuatan 3 hingga 4 skala Richter dan tidak bisa dirasakan. "Dengan kekuatan seperti itu, memang tidak dirasakan oleh manusia," jelas Syahnan.

Pusat Pemantau Gunung Api Peut Sagoe, yang berlokasi di Kecamatan Mane, juga mencatat gempa-gempa susulan. Petugas Pemantau Gunung Api Peut Sagoe, M Nasir, mengatakan, dari catatan mesinnya memang gempa tektonik masih terjadi, bahkan mesin pencatat getaran di pos sudah mencatat 100 kali terjadi getaran dengan skala 3 MMI.

"Catatan itu dimulai sejak pukul 07.54 hingga pukul 12.30 WIB, ada sebanyak 100 getaran gempa tektonik lokal," sebut Nasir yang dihubungi Kompas.com via telepon.

M Nasir juga mengatakan, gempa yang dirasakan warga bukan gempa vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Api Peut Sagoe, yang berada di pegunungan Tangse, Mane, dan Geumpang. Bahkan, tambah Nasir, status Gunung Api Peut Sagoe tercatat normal dan masih biasa. "Melainkan gempa tektonik," kata Nasir.

Nurmalawati (43), seorang warga Tangse, juga mengakui masih merasakan getaran gempa hingga siang ini. Nurmalawati dan warga Tangse lainnya mengaku belum berani pulang ke rumah karena masih shock. Rumah kediaman Nurmalawati sendiri mengalami rusak parah. "Dinding bagian tengah rumah saya roboh, kami belum berani membersihkan dan masuk ke rumah, tetangga kiri kanan juga roboh sebagian dinding rumahnya," ujar Nurmalawati.

Sesar Sumatera
Sementara itu, Peneliti Geo-Hazard pada Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Ibnu Rusydy, mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Aceh pada subuh tadi berbeda dengan gempa-gempa sebelumnya. "Kalau sebelumnya kita sering merasakan gempa di zona subduksi seperti gempa 26 Desember 2004 dan gempa di kerak samudra dengan mekanisme sesar geser seperti gempa 11 April 2012. Sedangkan gempa tadi subuh sumber bukan di laut, melainkan di darat akibat pergerakan Sesar Sumatera," kata Ibnu Rusydy.

Gempa Sesar Sumatera yang terjadi di segmen Aceh subuh tadi memiliki mekanisme gempa strike-slip atau sesar geser. Pihak United State Geological Survey (USGS) telah berhasil memplotkan mekanisme fokus gempa berdasarkan perambatan gelombang primer. Dari pemetaan titik gempa tersebut didapat bahwa gempa ini terjadi di Sesar Sumatera dengan arah jurus (strike) sebesar 308 derajat dari utara dan kemiringan bidang (dip) 75 derajat.


Penulis: Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami
Editor : Glori K. Wadrianto