Sabtu, 29 November 2014

News / Regional

Tanggul Jebol, Petani Tambak Panen Dini

Selasa, 15 Januari 2013 | 09:44 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi masih terus melanda sejumlah wilayah di tanah air. Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gelombang yang mencapai 4 meter menyebabkan tanggul penahan ombak surat.

Akibatnya, air laut yang tidak tertahan menerjang ratusan hektare tambak. Selain itu, gelombang laut juga memicu terjadinya banjir rob yang menggenangi kawasan permukiman.

Angin berkecepatan tinggi dengan tekanan rendah sudah berlangsung lebih dari sepekan. Gelombang tinggi hingga empat meter lebih terus menerus menghantam wilayah pesisir pantai polewali mandar.

Di Desa Mampie, Kecamatan Wonomulyo, misalnya gelombang tinggi yang mencapai empat meter lebih mengakibatkan ratusan tambak siap panen rusak.

Hampir semua ikan bandeng petani tambak yang sudah berumur empat bulan hanyut terbawa banjir pasang. Akibatnya petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

Untuk mengantisipasi banjir pasang, para petani setempat terpaksa bergotong royong membuat saluran air darurat serta membuat tanggul penahan banjir rob atau air pasang dari karung berisi dengan pasir.

"Kerugian saya jutaan rupiah, untuk memngatasi banjir warga terpaksa membangun saluran dna tanggul darurat agar bisa menghalangi banjir,"ujar Okeng, seorang petani tambak.

Sementara itu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, sejumlah petani memilih panen dini.

Ikan-ikan bandeng yang seharusnya dipanen sebulan lagi terpaksa dipanen lebih cepat. Mereka khawatir banjir rob yang terus meninggi bakal menenggelamkan tambak mereka.

Di lain pihak, anak-anak justru memanfaatkan kondisi itu untuk menangkapi ikan-ikan bertuan tak bertuan, yang hanyut keluar dari tambak.


Penulis: Kontributor Polewali, Junaedi
Editor : Kistyarini