Tanggul Jebol, Petani Tambak Panen Dini - Kompas.com

Tanggul Jebol, Petani Tambak Panen Dini

Kompas.com - 15/01/2013, 09:44 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi masih terus melanda sejumlah wilayah di tanah air. Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gelombang yang mencapai 4 meter menyebabkan tanggul penahan ombak surat.

Akibatnya, air laut yang tidak tertahan menerjang ratusan hektare tambak. Selain itu, gelombang laut juga memicu terjadinya banjir rob yang menggenangi kawasan permukiman.

Angin berkecepatan tinggi dengan tekanan rendah sudah berlangsung lebih dari sepekan. Gelombang tinggi hingga empat meter lebih terus menerus menghantam wilayah pesisir pantai polewali mandar.

Di Desa Mampie, Kecamatan Wonomulyo, misalnya gelombang tinggi yang mencapai empat meter lebih mengakibatkan ratusan tambak siap panen rusak.

Hampir semua ikan bandeng petani tambak yang sudah berumur empat bulan hanyut terbawa banjir pasang. Akibatnya petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

Untuk mengantisipasi banjir pasang, para petani setempat terpaksa bergotong royong membuat saluran air darurat serta membuat tanggul penahan banjir rob atau air pasang dari karung berisi dengan pasir.

"Kerugian saya jutaan rupiah, untuk memngatasi banjir warga terpaksa membangun saluran dna tanggul darurat agar bisa menghalangi banjir,"ujar Okeng, seorang petani tambak.

Sementara itu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, sejumlah petani memilih panen dini.

Ikan-ikan bandeng yang seharusnya dipanen sebulan lagi terpaksa dipanen lebih cepat. Mereka khawatir banjir rob yang terus meninggi bakal menenggelamkan tambak mereka.

Di lain pihak, anak-anak justru memanfaatkan kondisi itu untuk menangkapi ikan-ikan bertuan tak bertuan, yang hanyut keluar dari tambak.


EditorKistyarini
Komentar

Terkini Lainnya

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional

Close Ads X