PKS Dukung Larangan Perempuan Mengangkang saat Dibonceng - Kompas.com

PKS Dukung Larangan Perempuan Mengangkang saat Dibonceng

Sabrina Asril
Kompas.com - 08/01/2013, 08:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan dukungannya terhadap anjuran Walikota Lhokseumawe yang melarang kaum perempuan mengangkang di atas sepeda motor saat membonceng. PKS menilai peraturan itu baik jika memang sudah mendapat persetujuan dari ulama setempat.

"Terkait larangan duduk mengangkang, saya menilai hal itu boleh saja dilakukan apalagi kalau telah disepakati bersama para muspida dan ulama setempat," ujar Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, Selasa (8/1/2013), di Jakarta.

Nasir mengatakan, di era otonomi daerah, kepala daerah memiliki otoritas untuk mengeluarkan peraturan guna menjaga ketertiban dan kenyaman di daerahnya. "Sebagai daerah Serambi Mekkah yang saat ini diberlakukan unsur-unsur syariat Islam, maka larangan itu tentu tidaklah kaku. Itu kan bersifat anjuran," kata Nasir.

Hanya saja, lanjut Nasir, anjuran itu sebaiknya disosialisasikan secara lisan oleh dinas terkait. Menurut pria asal Aceh ini, anjuran lisan bisa dilakukan melalui ceramah agama di sekolah, atau lewat khutbah Jumat.

"Jika sudah tertulis agak sensitif, terutama bagi orang di luar Aceh," kata Nasir.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya mengeluarkan surat edaran yang mengimbau kaum perempuan tidak duduk mengangkang saat dibonceng sepeda motor. "Alasannya untuk peningkatan dan mendukung syariat Islam yang telah ada qanun-nya di Aceh," kata Suadi Yahya, Rabu (2/1/2013) siang, melalui telepon.

Menurutnya, kaum perempuan yang duduk mengangkang saat dibonceng sepeda motor tidak sesuai dengan budaya Aceh yang Islami. "Sebenarnya budaya Aceh, bagi perempuan, kalau duduk di sepeda motor ini tidak boleh mengangkang, budayanya harus duduk menyamping," jelas Suadi.

Surat edaran berupa imbauan kepada warga Lhokseumawe, menurutnya, mulai berlaku sejak Selasa (1/1/2013) lalu. Sosialisasi pun dilakukan ke kecematan hingga ke desa-desa. Selama satu bulan ke depan, pemerintah kota Lhokseumawe akan mengevaluasi sejauh mana efektivitas surat edaran itu berdampak ke masyarakat.

"Kita lihat perkembangannya. Baru setelah itu kita lakukan (dalam) bentuk aturan seperti aturan wali kota atau membuat qanun," kata Suadi.

Suadi mengklaim surat edarannya ini didukung masyarakat Lhokseumawe, setidaknya kalangan ulama di wilayah itu. Menurutnya, alasan yang berkembang di kalangan ulama Lhokseumawe menyebutkan, jika kaum perempuan duduk tidak mengangkang saat dibonceng sepeda motor, terlihat karakter perempuannya.

"Kalau duduk mengangkang, itu kayak lelaki, kalau dilihat dari samping. Tapi kalau duduk menyamping, ciri khasnya terlihat kalau itu perempuan," jelas Suadi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSabrina Asril
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Terkini Lainnya
    Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
    Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
    Megapolitan
    Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
    Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
    Regional
    Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
    Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
    Megapolitan
    Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
    Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
    Internasional
    Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
    Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
    Internasional
    Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
    Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
    Regional
    Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
    Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
    Megapolitan
    FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
    FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
    Nasional
    Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
    Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
    Megapolitan
    Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
    Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
    Megapolitan
    Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
    Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
    Megapolitan
    Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
    Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
    Regional
    Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
    Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
    Regional
    Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
    Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
    Regional
    Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
    Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
    Regional

    Close Ads X