Kamis, 17 April 2014

News / Regional

Film Habibie-Ainun Jadi Renungan 2013

Senin, 31 Desember 2012 | 22:55 WIB

Baca juga

SEMARANG, KOMPAS.com- Kesetiaan, kerukunan, dan saling menghormati yang menjadi roh dalam film layar besar, Habibie-Ainun, menjadi bahan refleksi warga Perumahan Kinijaya, Kedungmundu, Semarang, Jawa Tengah, Senin (31/12/2012) malam.

Tokoh masyarakat yang juga dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, Mulyono, pada refleksi pergantian tahun mengatakan, tahun 2013 harus lebih baik ketimbang kehidupan tahun sebelumnya. "Kalau hidup kita tidak lebih baik pada tahun baru, tentunya suatu kemunduran dan kerugian besar," ujar Mulyono di hadapan ratusan warga, anggota keluarga RT 04 Perum Kinijaya, yang hadir di Balai Warga malam tasyakuran pergantian Tahun 2013.

Mulyono mengatakan, mendadak dirinya diminta memberikan refleksi malam tahun baru. Kebetulan malam sebelumnya dia diajak anak-anak menonton film Habibie-Ainun. Film kisah nyata keluarga mantan Presiden Habibie, merupakan inspirasi mengenai kekuatan harmoni keluarga dapat melahirkan orang-orang yang berjasa besar.

"Berjasa tidak hanya di keluarga tapi juga bangsa ini. Kunci hubungan harmonis antara suami istri, seperti hubungan kasih Habibie-Ainun harus menjadi contoh bagi keluarga Indonesia. Kalau orangtua harmonis dan rukun, maka hubungan anak-anak dalam keluarga itu juga nyaman dan positif. Dampaknya, anggota keluarga itu juga baik hubungan dengan lingkungan, bangsa, dan memberikan jasa bagi negara," katanya.

Acara tasyakuran warga menjelang tahun baru 2013, juga diselingi santap malam bersama dengan hidangan masakan ikan laut serta ditutup hiburan organ tunggal sebelum ditutup pergantian tahun baru 2013.


Penulis: Winarto Herusansono
Editor : Marcus Suprihadi