Rabu, 17 September 2014

News / Regional

YOGYAKARTA

Air Sumur Tercemar, 300 Ayam Mati Mendadak

Selasa, 18 Desember 2012 | 17:33 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kurun waktu 10 hari terakhir, 300 ekor ayam mati mendadak di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan. Kematian ratusan ayam tersebut disebabkan oleh bakteri E-coli yang mencemari air sumur.  Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Slamet Riyadi Martoyo, mengatakan agar peternak ayam yang hewan ternaknya mati mendadak, segera melaporkan ke petugas sehingga bisa ditangani.

"Kita mengharapkan agar peternak yang menemukan ayamnya mati mendadak segera melapor, sehingga bisa ditangani oleh petugas. Sudah kita sediakan 12 Puskeswan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Sleman," ujarnya, Selasa (18/12/2012).

Slamet mengimbau, ayam ternak yang mati segera dimusnahkan dan jangan di jual di pasar. Hal ini mengacu pada laporan ayam tiren yang dijual di pasar berasal dari daerah Sleman. "Kejadian penjualan bangkai ayam ke pasaran terjadi di luar daerah, namun berdasarkan laporan, ayam tiren itu didatangkan dari Sleman, jadi saya menegaskan agar sebaiknya hewan ternak yang mati segera dipendam atau dibakar," tegasnya.

Petugas penjaga kandang ternak milik PT Malindo, Himawan Sunu Bekti mengungkapkan pagi ini ada sekitar tiga hingga empat ayam yang mati. Dari pemeriksaan dokter hewan ternak, kematian ayam itu karena meminum air yang tercemar bakteri E-coli.  "Ayam yang mati umurnya antara sepuluh hari hingga dua minggu. Sumurnya memang dekat dengan kandang, namun jauh dari pemukiman warga," paparnya

Pihaknya juga telah melakukan vaksinasi untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah ternak ayamnya yang mati. 


Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Glori K. Wadrianto