Jumat, 22 Agustus 2014

News / Regional

Anak Perusahaan Krakatau Steel Digugat Rekanan

Sabtu, 8 Desember 2012 | 11:16 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Dianggap melakukan pemutusan kontrak sepihak, PT Krakatau Bandar Samudra (KBS), anak perusahan BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk digugat rekanannya yakni PT Acretia Shosha Inti Persada (ASIP), Surabaya.

Gugatan secara perdata telah dilayangkan perusahaan yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani, Surabaya itu ke Pengadilan Negeri Kelas I-A Khusus Sidoarjo pada 3 Desember 2012 lalu dengan nomor urut 499.

"Atas pemutusan itu, PT ASIP mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah," kata Kuasa Hukum PT ASIP Adil Pranadjaja, Sabtu (8/12/2012).

Dalam registrasi materi gugatan perkara no 204/Pdt 6/2012/PN itu dijelaskan, bahwa pada 8 Agustus lalu, PT ASIP menandatangani perjanjian dengan PT KBS tentang pekerjaan pengerukan idredging minus 12 meter LWS (low water spring) di dermaga III PT Krakatau Bandar Samudera, Cilegon, Banten.

Proyek itu akan berlangsung  hingga 5 Januari 2013 dengan nilai sebesar Rp 9,550 miliar. Di tengah pekerjaan, ditemukan fakta pada lokasi kerja area A terdapat meterial keruk yang berasal dari bekas kontruksi dan timbunan slag yang bukan merupakan material alam seperti diatur dalam kontrak.

Atas temuan itu, PT ASIP telah berkali-kali mengirim surat ke PT KBS yang intinya meminta dilakukan inspeksi bersama dan membicarakan hal tersebut sebagaimana mekanisme dalam perjanjian.

"Bukan joint inspection yang didapat, PT ASIP malah mendapatkan somasi dari PT KBS hingga akhirnya terjadi pemutusan sepihak itu pada 20 November. Sementara PT ASIP ini telah mengerjakan proyek tersebut mencapai 19,549 persen hingga 23 Oktober 2012," ujarnya.

Gugatan juga dilayangkan kepada penampung jaminan yakni Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, PT Yodya Karya (Persero), PT Krakatau steel (Persero) Tbk, PT Krakatau Posco dan Pemerintah Republik Indonesia Cq Menteri BUMN.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Ervan Hardoko