Kamis, 30 Oktober 2014

News / Regional

Banjir

Sungai Barito Meluap, Muara Teweh Tergenang

Jumat, 7 Desember 2012 | 15:50 WIB

MUARA TEWEH, KOMPAS.com- Dalam dua hari terakhir, Sungai Barito di Kalimantan Tengah meluap. "Ketinggian air terus bertambah bahkan sejumlah jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat," kata Endy, warga Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara, Jumat (7/12/2012).

Kawasan yang terendam banjir di Muara Teweh di antaranya Jalan Merak, Jalah Imam Bonjol, Jalan Dahlia, Jalan Sengaji, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Perwira dan Jalan Panglima Batur. Ketinggian air di jalan dan kawasan padat penduduk itu bervariasi hingga 1,5 meter.

"Kios kami juga sudah terendam dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa," kata Eny, warga Jalan Panglima Batur Muara Teweh.

Eny terpaksa menutup kios tempat usaha jasa membuat dan perawatan gigi palsu itu. Sejumlah warga kini sebagian menggunakan perahu kecil (jukung) untuk menjangkau tempat tinggalnya.

Selain Muara Teweh, banjir juga menggenangi sejumlah kawasan yang berada di pinggiran Sungai Barito, di antaranya Kelurahan Jambu dan desa-desa yang berada di dataran rendah.

Sungai Barito adalah sungai besar dengan hulu di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, lalu mengalir sepanjang 900 km melalui Kalimantan Selatan dan bermuara di Laut Jawa. Sungai ini juga menjadi urat nadi perekonomian kedua pedalaman Kalimantan.

 

Naiknya air Sungai Barito otomatis mengganggu transportasi sungai, terutama angkutan kapal dan tongkang bertonase besar pengangkut batubara dan kayu.

Selain wilayah Barito Utara, daerah di pedalaman Sungai Barito lainnya juga masih diterjang banjir, yakni sejumlah desa di wilayah Kabupaten Murung Raya yang merupakan kabupaten paling utara di Kalteng atau di hulu Kabupaten Barito Utara "Saat ini banjir masih merendam sejumlah desa di Murung Raya," kata Ahim, warga Puruk Cahu.

Desa yang terendam banjir antara lain Muara Untu, Desa Bahitom, Danau Usung, Juking Pajang, Sumpoi, sebagian kelurahan Beriwit, dan Kelurahan Puruk Cahu Seberang, serta Desa Tumbang Bahan di Kecamatan Murung, beberapa desa di Kecamatan Laung Tuhup dan Kecamatan Barito Tuhup Raya.

Kawasan terparah yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter adalah Desa Juking Pajang, Desa Danau Usung dan Kelurahan Puruk Cahu seberang. "Sebagian besar rumah penduduk di tiga desa ini terendam banjir," jelasnya.


Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: