Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

Tersenggol Muatan Truk, Jembatan Penyeberangan Ambruk

Sabtu, 1 Desember 2012 | 17:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Jembatan penyeberangan orang sepanjang lebih dari 30 meter di atas ruas tol Tembalang-Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/12/2012) sekitar pukul 13.15, ambruk. Jembatan penyeberangan itu ambruk sebagian akibat bibir jembatan tersangkut muatan truk trailer yang melintas di tol itu.

Diperoleh informasi, jembatan ambruk itu tidak menimbulkan korban. Ketika jembatan itu ambruk, kebetulan tidak ada warga yang melintas di atas jembatan.

Hanya saja, ambruknya jembatan menyebabkan terjadinya kemacetan kendaraan bermotor cukup panjang. Kemacetan itu terjadi di dalam jalan tol ataupun di pintu masuk gerbang tol dari arah Srondol menuju Jatingaleh.

Berdasarkan keterangan dari Polrestabes Semarang, jembatan itu ambruk pada sisi kanan akibat kecerobohan truk bermuatan mesin pemotong kayu yang ketinggiannya melebihi dari yang disyaratkan. Truk trailer bernomor polisi H 1835 EW itu diperkirakan memuat barang setinggi lebih dari 4 meter.

Jembatan penyeberangan yang berada di atas tol dipersyaratkan hanya dapat dilalui kendaraan truk dan bus di bawah ketinggian 4,2 meter. Dari hasil pemeriksaan petugas kepolisian di Polrestabes, sopir truk Rahmat (40), warga Batang, Jawa Tengah, mengaku heran mengapa muatan bisa tersangkut jembatan.

Dia menyebutkan, saat melintasi di bawah jembatan, truk sebetulnya sudah berjalan pelan. Namun, begitu muatan yang dibawa menyangkut jembatan ternyata gagal dihentikan, truk itu tetap melaju sehingga menyeret jembatan sehingga melengkung dan sebagian ambruk.

Untuk mengurai kemacetan di ruas jalan Semarang-Jatingaleh dan jalan dalam Kota Semarang-Srondol, petugas kepolisian dan petugas PT Jasa Marga melakukan penutupan jalan guna evakuasi jembatan.

Semua kendaraan pribadi, truk, dan bus yang hendak menuju ke Ungaran akhirnya dilewatkan Tol Semarang-Ungaran. Sebaliknya, semua kendaraan dari Ungaran yang hendak masuk Kota Semarang lewat Jatingaleh melalui jalan dalam kota yang sehari-hari sudah padat.

Di samping pengaturan lalu lintas, pihak PT Jasa Marga sudah mendatangkan mobil derek berkapasitas besar untuk mengangkat dan mengevakuasi badan jembatan penyeberangan dari tengah jalan. Proses evakuasi menjadi tontonan masyarakat sekitar lokasi ambruknya jembatan di Km 13 Tol Tembalang-Srondol, Semarang, itu.

Pengamat transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengemukakan, jembatan yang ambruk akibat tersangkut muatan truk itu bentuk kekonyololan pengelolaan lalu lintas angkutan barang di negeri ini.

"Bagaimana bisa truk dengan muatan begitu tinggi itu lolos di sepanjang perjalanan sampai akhirnya dihentikan oleh jembatan. Sudah banyak terdengar truk yang mengalami rem blong di jalan, biasanya akibat kelebihan muatan," ujar Djoko Setijowarno.


Penulis: Winarto Herusansono
Editor : Robert Adhi Ksp