Sabtu, 19 April 2014

News / Regional

Dituding Biang Kekerasan, Kader PP Ditembak

Selasa, 20 November 2012 | 13:39 WIB

Baca juga

LUWU TIMUR, KOMPAS.com — Gara-gara terlibat perkelahian antarpemuda, Marsuki, kader Pemuda Pancasila Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ditembak anggota Kepolisian Sektor Mangkutana, Kamis (15/11/2012). Kini, Marsuki masih dirawat di ICU Rumah Sakit Umum Laga Ligo Wotu.

Penembakan terhadap kader PP oleh anggota polisi disayangkan Sekretaris Umum PP Luwu Timur Muh Syaiful Djunus. Syaiful mendesak kasus penembakan tersebut diusut.

"Kami meminta agar kasus ini diusut tuntas serta memberikan sanksi berat terhadap pelaku penembakan. Kami juga menyayangkan adanya penembakan karena korban Marsuki belum berstatus tersangka atau tahanan kok ditembak," ungkap Syaiful, Minggu (18/11/2012).

Syaiful menambahkan, korban ditembak karena diduga melakukan perkelahian antarpemuda di Kecamatan Tomoni. Dia pun mengungkapkan kronologi penembakan terhadap Marsuki pada malam Kamis (15/11/2012). Saat itu Marsuki dijemput beberapa anggota Polsek Mangkutana karena diduga telah melakukan perkelahian.

Setibanya di Polsek Mangkutana, Marsuki berontak dan hendak pulang ke rumah karena tidak terima dirinya ditangkap. Namun, saat korban berbalik badan hendak meninggalkan polsek, tiba-tiba seorang anggota polisi bernama Aiptu Sumantri menembak korban, dan pelurunya mengenai bagian belakang, tembus ke dada korban.

Sementara itu, Kapolres Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Firman menegasakan, pelaku ditembak karena selama ini telah menjadi residivis berbagai kasus kekerasan.

"Kami tidak melihat dia sebagai kader Pemuda Pancasila, tetapi dia adalah masyarakat biasa yang selama ini masuk dalam target (DPO) dengan kasus kekerasan dan juga otak keributan antarpemuda," ungkap Andi Firman saat dikonfirmasi melalu telepon, Selasa (20/11/2012).

Saat ini, korban penembakan oleh anggota Polsek Mangkutana sedang menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah I Laga Ligo Wotu.


Penulis: Kontributor Tana Luwu, Husain
Editor : Farid Assifa