Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Membuat Cerpen Tetap Eksis Melalui Kongres

Senin, 19 November 2012 | 17:18 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini Pinamorongan di Kecamataan Tumpaan, Minahasa Selatan mulai hari ini (Senin, 19/11) hingga 22 November mendatang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Cerpen Indonesia VI dan Seminar Nasional Sastra Mutakhir. Sekitar 400 peserta dari 33 provinsi di Indonesia yang merupakan para pembicara, cerpenis, guru-guru bahasa, dosen sastra, sastrawan, mahasiswa dan siswa berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan Kongres.

Beberapa kegiatan pokok yang akan digelar diantaranya Seminar Nasional mengenai Sastra Indonesia Mutakhir, Penerbitan Buku Antologi Cerpen, Pertunjukan Baca Cerpen, Pentas Seni serta Pameran dan Bazaar Buku Sastra.

Industri kreatif dianggap merupakan kecenderungan atau persoalan terpenting dalam kehidupan penulisan cerpen di Indonesia. Industri kreatif di Indonesia telah tumbuh 15 persen setiap tahunnya dan telah menyumbang sekitar 5,6 persen PDB Indonesia pada 2006. Para peserta kongres akan membahas bagaimana penulis cerpen tetap bertahan dengan idealismenya di tengah gempuran industri kreatif. Para penulis cerpen ditantang untuk dapat menyiasati karya-karyanya agar bisa dilirik oleh pelaku industri kreatif.

Seminar yang akan berlangsung selama 4 hari tersebut serta mengambil tema, Cerpen di Tengah Perkembangan Industri Kreatif juga diharapkan dapat mendorong industri sinema untuk mengakomodir cerpen sebagai bahan penulisan skenario. Nama-nama seperti Ahmad Tohari, Triyanto Trikromo, Ahmadan Yosi Herfanda, Korie Layun Rampan dijadwalkan tampil sebagai pembicara. Juga akan hadir beberapa cerpenis ternama Indonesia seperti Gola Gong, Agus Nur, Gus tf, Ratih Kumala, Tyas Tatanka dan puluhan nama lainnya.

Kepala SMK Pinamorongan, Henny Kapero mengatakan sangat bangga sekolahnya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. "Seminar dan kongres ini dapat meningkatkan minat anak muda untuk terus dapat berkarya melalui sastra," kata Kapero.


Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Farid Assifa