Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Regional

Warga Sekitar Rokatenda Butuh Bantuan Jeriken

Rabu, 14 November 2012 | 08:44 WIB

BORONG, KOMPAS.com - Semburan abu dari Gunung Rokatenda mengotori bak penampung air di atap rumah penduduk di sekitar wilayah itu. Tak kurang dari 300 warga Palue kini sudah mengungsi ke Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, menyusul aktivitas Gunung Rokatenda.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, 196 warga di sekitar gunung sudah mengungsi ke Kota Maumere. Mereka mengungsi secara mandiri karena khawatir Gunung Rokatenda akan meletus.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Silvanus M Tibo saat dikonfirmasi Kompas.com dari Borong, Rabu (14/11/2012).

Silvanus menjelaskan, kondisi Rokatenda masih dalam status tiga sesuai laporan dari Pos Pengamat Gunung Api Rokatenda dari Ropa, Kabupaten Ende. Artinya, Rokatenda belum berbahaya. "Kemarin kami berikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi dari sekitar Gunung Api Rokatenda yang datang dengan inisiatif sendiri-sendiri, bukan bantuan bencana," jelasnya.

Saat ini yang dikuatirkan, jelas Silvanus, semburan abu menyebar ke bak penampung air di atap rumah penduduk sehingga air yang sudah ditampung bercampur debu vulkanik. "Pemerintah Kabupaten Sikka membutuhkan bantuan 1.000 jeriken serta ribuan masker untuk dipakai penduduk di sekitar," ungkap Silvanus.

Menurut Silvanus, tim BPBD Kabupaten Sikka sudah ke lokasi Rokatenda dan sudah sampai di puncak gunung. Disebutkan, kondisi gunung tidak berbahaya. 


Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Glori K. Wadrianto