Rabu, 23 April 2014

News / Regional

Mayat Pasutri Ditemukan di Dua Tempat Berbeda

Senin, 12 November 2012 | 14:45 WIB

Baca juga

YOGYAKARTA, KOMPAS.com  — Pasangan suami istri, Warjiyanto (47) dan Dian Nuryanti (40), ditemukan meninggal di dua tempat yang berbeda.  Warjiyanto ditemukan meninggal lebih dulu pada Sabtu (10/11/2012) di Hotel Poppy No 27 Jalan Kaliurang Km 15 oleh seorang karyawan hotel sekitar pukul 17.00, sedangkan Nuryanti ditemukan tak bernyawa, Senin (12/11/2012) pukul 08.00 di kamar kos No 3 Jalan Kaliurang Km 7.

Keterkaitan hubungan antara keduanya baru diketahui ketika anggota Polsek Depok Timur yang sedang melakukan olah TKP jenazah Nuryanti mencoba menghubungi nomor HP suaminya. "Tadi kami ingin memberi tahu suaminya bahwa Nuryanti meninggal, tetapi ketika dihubungi, yang menjawab adalah Kanit Reskrim Polsek Ngemplak yang menangani kasus penemuan jenazah di Hotel Poppy atas nama Warjiyanto. Dari situlah diketahui bahwa keduanya adalah pasangan suami istri," papar Kepala Polsek Depok Timur Komisaris Qori Okto Handoko, Senin (12/11/2012).

Melihat hasil sementara olah TKP, Polsek Ngemplak dan Polsek Depok Timur tidak menemukan adanya tindak kekerasan di kedua tubuh korban. Polisi juga menemukan barang bukti yang sama di samping kedua jenazah, satu ember kecil berwarna hijau dan satu botol minuman vitacam.  "Ada kemiripan barang bukti yang ada di samping kedua jenazah. Selain ember dan botol vitacam, ditemukan juga beberapa butir obat," papar Iptu Bambang, Kanit Reskrim Polsek Ngemplak.

Bambang menjelaskan, sebelum meninggal Warjiyanto sempat mengirim beberapa SMS kepada Nuryanti, salah satunya berisi "Dongone diwoco sak wis e raup opo sak wis e di ombe (doanya dibaca setelah cuci muka atau setelah diminum)".

"Kami juga menemukan SMS yang berisi doa rapalan. Mungkin mereka sedang melakukan ritual, namun ini masih dugaan awal. Kami masih akan terus mengembangkan kasus penemuan jenazah suami istri yang mempunyai kemiripan ini,"  katanya.


Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Glori K. Wadrianto