Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Apindo Jabar Tolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Jumat, 9 November 2012 | 23:59 WIB

Baca juga

BEKASI, KOMPAS.com-Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat tetap  menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik 15 persen. Kenaikan memaksa pengusaha menaikkan harga produk, mengurangi pekerja, bahkan berhenti berproduksi.  

Demikian diutarakan Ketua Apindo Jabar Deddy Widjaja, Jumat (9/11/2012). Kenaikan TDL mengakibatkan biaya produksi akan naik 10-20 persen. Saat ini, biaya listrik  menghabiskan 30 persen pengeluaran produksi. Kenaikan TDL bakal berakibat komponen ini menghabiskan 40-50 persen biaya produksi.  

"Pengusaha pasti terdesak," kata Deddy. Pengeluaran di sisi lain nyaris tidak bisa ditekan karena merupakan komponen rutin. Pilihan rasional antara lain menekan pengeluaran dari sektor tenaga kerja dengan memecat sebagian buruh.  

Cara lainnya, menaikkan harga jual produk. Kata Deddy, jika ini terjadi, produk akan kalah bersaing dengan produk impor dan industri akan mati. Kenaikan harga produk menciptakan inflasi tinggi yang tidak menarik untuk investasi.  

Deddy mengatakan, rencana menaikkan TDL untuk menghemat beban pengeluaran PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) senilai Rp 11 triliun kurang rasional.  Pemerintah seharusnya memperbaiki kinerja PLN agar lebih efisien. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap delapan pembangkit milik PLN, ada inefisiensi senilai Rp 37,6 triliun kurun 2009-2011.  

Ketua Umum Forum Investor Bekasi Deddy Harsono mengingatkan, industri setempat akan terpukul dengan kenaikan TDL. Di Bekasi ada 3.500 perusahaan dengan 900.000 pekerja dan menyumbang pajak Rp 45 triliun dalam setahun. Kenaikan TDL akan menumbangkan banyak potensi ekonomi yang ada.


Penulis: Ambrosius Harto Manumoyoso
Editor : Rusdi Amral