Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usung Rieke-Teten, PDI Perjuangan Dapat Manfaat

Kompas.com - 08/11/2012, 10:52 WIB
Marcellus Hernowo

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan mendapat banyak manfaat dengan mengusung pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat periode 2013-2018. Keputusan mengusung Rieke-Teten akan membawa citra baru bagi PDI Perjuangan, yang selama ini sering dianggap sebagai partai feodal karena ketergantungannya kepada sosok keluarga Soekarno.

Demikian disampaikan Yunarto Wijaya dari Charta Politika, Kamis (8/11/2012) di Jakarta.

Hari ini sekitar pukul 13.00, PDI Perjuangan akan mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat periode 2013-2018. Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka dan pegiat gerakan antikorupsi Teten Masduki hampir dipastikan menjadi pasangan yang akan diusung partai itu.

Dengan mengusung Rieke dan Teten, lanjut Yunarto, PDI Perjuangan telah mempertegas apa yang mereka lakukan dalam Pilkada DKI Jakarta lalu. Saat itu, PDI Perjuangan mengusung kadernya sendiri, yaitu Joko Widodo, yang akhirnya berhasil menjadi Gubernur DKI periode 2012-2017.

Keputusan PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo dan sekarang Rieke-Teten menjadikan partai itu memiliki citra modern dan terbuka.

"Modern dalam arti berani mengambil tokoh dari luar yang dianggap memiliki kesamaan nilai dan ideologi dengan partai. Terbuka dalam arti mau menampung aspirasi masyarakat bawah dalam proses pengambilan keputusan," papar Yunarto.

Sosok Teten yang dikenal sebagai tokoh antikorupsi, lanjut Yunarto, juga bisa mengurangi citra negatif partai yang selama ini sering diasosiasikan sebagai "bungker koruptor".

"Keputusan mengusung Joko Widodo dan kemudian Rieke-Teten akan menjadi diferensiasi yang bisa memiliki efek pendongkrak. Baik untuk kepentingan Rieke-Teten di Pilkada Jabar maupun untuk kepentingan elektoral PDI Perjuangan di pemilu legislatif 2014," tutur Yunarto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com