Sabtu, 20 Desember 2014

News / Blog Expert

Kakek Ini Masih Ingin Bercinta

Selasa, 6 November 2012 | 10:05 WIB

KOMPAS.com - Pernah suatu waktu saya menerima BBM  dari seorang  teman satu grup yang isinya kira-kira begini; Ada seorang kakek umur 80 tahun yang ingin membeli obat Viagra di suatu apotik. Karena merasa aneh dan heran,  petugas apotik menanyakan, "untuk siapa?" " Untuk saya," jawab sang kakek. "Untuk bapak?" Sekali lagi petugas apotik itu bertanya seolah-olah tidak percaya. "Ya, memang kenapa?" Sang kakek menimpali sedikit agak kesal. "Apa bapak masih berhubungan seks?" Tanya petugas apotik itu lagi......"oh, kalau itu, tidak lagi", ungkap kakek itu.

"Nah, memang untuk apa kek, kan berbahaya, apalagi pada orang tua", sambung pertugas yang agak cerewet ini. Sambil sedikit agak malu sang kakek menjawab; ......" yah.....paling tidak,  bila saya buang air kecil, air seni saya tidak menetes lagi di kaki saya". "Aahhh",.....teriak petugas itu, sambil menutup mulutnya karena ingin ketawa cekikan.

Sampai sekarang bila saya ingat anekdot ini, kadang-kadang saya bisa tertawa sendiri, mahal-mahal membeli Viagra bagi kakek itu, hanya sekedar agar air seninya tidak menetes di kakinya. Hmmmm, satu sisi kakek ini benar juga, pada usia lanjut, buang air kecil tidak sederas waktu muda lagi. Tetapi, ada pelajaran lain yang dapat saya ambil dari anekdot ini, bahwa sebagian besar kita menganggap hubungan seksual bagi usia lanjut merupakan sesuatu yang aneh, tidak perlu lagi, atau sesuatu yang tabu. Padahal, hubungan seksual, tentunya yang aman asal kita mampu, sampai usia berapapun, boleh dilakukan. Bahkan, sesuai dengan beberapa hasil penelitian, frekuensi hubungan seksual yang tetap dilakukan pada usia lanjut mempunyai pengaruh positip terhadap kesehatan dan harapan hidup seseorang. Dengan kata lain, semakin sering Anda melakukannya dengan pasangan Anda tentunya, Anda akan semakin sehat, dan kemungkinan  Anda untuk menikmati matahari pagi esoknya juga Insya Allah lebih besar.

Nah, berlawanan dengan kakek yang di atas,  saya ingat seorang pasien saya yang pernah dirawat karena kasus bedah dan radang paru  ringan. Walau umur pasien ini sudah mencapai 85 tahun, tetapi penampilannya kelihatan sekitar 20 tahun lebih muda. Selama dirawat, kebetulan saya tertarik dengan penampilannya, gaya bicaranya, cara berpakaiannya, sikapnya menghadapi penyakit,  lontaran-lontaran candanya, membuat saya dapat betah lebih lama di kamar perawatannya.

Hubungan dengan istrinya saya lihat juga masih sangat hangat, godaan-godaan yang sedikit genit sering saya lihat dilakukannya kepada istrinya yang 30 tahun lebih muda.
Kemudian, setelah menjalani perawatan beberapa hari, bekas luka operasinya sudah pulih,  begitu juga infeksi paru yang dialaminya telah membaik, pasien ini diperbolehkan pulang. Sebelum pulang, waktu saya di kamar perawat, sedang  mengisi status pasien, kakek ini tiba-tiba menghampiri saya. Setengah berbisik beliau lalu bertanya, "dokter, kapan saya boleh melakukannya?"......" Melakukan apa?" Tanya saya agak heran. Setelah menoleh kepada istrinya yang berdiri di dekat pintu--saya lihat istrinya tersenyum seperti agak malu,..........z" berhubunguan dengan istri saya dokter", jawab beliau. .........."Ohh, begitu, boleh,  kapan saja boleh, nanti malam pun bisa", ungkap saya sambil senyum.

Istri beliau yang masih berdiri dekat pintu masuk kelihatan juga tersenyum, barangkali Ia tahu apa yang ditanyakan suaminya, atau bisa saja Ia sendiri barangkali yang menyuruh suaminya menanyakan tentang haknya itu. Lalu, setelah beberapa lama kakek ini bercerita tentang kisah hidupnya, termasuk istrinya yang ke tiga ini, sebelum beliau keluar dari kamar, sekali lagi Ia berbisik;  "Apa dokter ingin saya beritahu, rahasia umur panjang dan sehat?" Ini dia dokter," sering-seringlah bercinta dokter",  jadi, saya tidak mau kehilangan kesempatan itu dokter, saya masih ingin bercinta dengan istri saya"  sambung kakek itu sambil berlalu.

Dan,  setelah kakek yang flamboyan itu pergi, saya buka beberapa referensi yang berkaitan dengan hubungan antara aktivitas seksual dengan kesehatan dan harapan hidup seseorang ini. Hubungan seksual yang sehat ternyata mempunyai pengaruh terhadap status kesehatan dan harapan hidup seseorang. Selama ini, memang banyak kita yang tahu, bahwa sayur-sayuran seperti brokoli, buncis, bayam, tomat, buah-buahan, apel, pisang, jeruk, strawberry, gen yang baik, olahraga teratur mempunyai pengaruh positif terhadap kesehatan dan harapan hidup kita. Tetapi, barangkali tidak banyak yang menyadari hubungan seks yang sehat, juga mempunyai pengaruh yang sama.

Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan untuk melihat hubungan aktvitas seksual yang sehat dengan harapan hidup seseorang. Sebagai contoh,  saya kutip penelitian yang dilakukan di Duke University yang mengamati 252 orang lelaki dan perempuan selama lebih dari 20 tahun. Frekuensi hubungan seks pada lelaki merupakan prediktor penting usia yang lebih panjang, sementara pada wanita kualitas hubungan ternyata  lebih menentukan.

Penelitian lain, yang diltakukan pada usia lanjut, usia di atas 70 tahun, juga menunjukkan, bahwa semakin dini mereka menghentikan hubungan seksual, bercinta dengan pasangan mereka maka semakin besar mereka mengalami kematian lebih awal.
Penelitian yang dilakukan oleh group yang sama membuktikan bawah hubungan seksual yang dilakukan 3 (tiga) kali atau lebih dalam seminggu akan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke setengahnya. Menurut penulis buku "healthy at 100", Jhon Robbins, bahwa suku-suku  Abkhasia di Caucasus, Vilcabamba di Equador, Hunza di utara Pakistan, dan Okinawa di Jepang, yang penduduknya banyak yang berumur di atas 100 tahun, salah satu rahasia mereka berumur panjang itu adalah kebiasaan mereka untuk selalu menjaga hubungan seksual dengan pasangannya sampai usia yang demikian.

Kemudian, apa hubungan antara aktivitas seksual dengan kesehatan, dan umur Anda? Banyak teori yang mencoba menjelaskannya. Secara sederhana saja dalam tulisan ini,  dapat saya kemukakan bahwa hubungan seksual mempunyai pengaruh positip terhadap fisik, mental, emosional Anda. 15 menit hubungan itu akan menghabiskan sekitar 120 kalori, sama dengan kalori yang dibutuhkan untuk jogging sekitar 1 jam.  Jantung Anda juga akan berdetak cepat kira-kira 140 kali per menit.

Otot-otot di sekitar panggul Anda, paha, lengan juga akan lebih aktif. Hormon oxytocin, endorphin, dan DHEA yang membuat Anda jadi bahagia,  cantik, juga meningkat setelah Anda berhubungan. Hubungan seksual juga mereduksi stres, membuat Anda lebih tenang, puas, dan tidur pun lebih nyenyak. Imunitas Anda juga menjadi lebih baik, sehingga Anda tidak terlalu mudah terserang infeksi. Belaian, sentuhan, kasih sayang yang Anda jalin bersama pasangan Anda, sangat baik untuk kesehatan Anda.

Jadi, kalau Anda ingin tetap sehat, panjang umur, disamping membiasakan gaya hidup sehat, pola makan sehat, berpikir yang sehat, olahraga, hubungan seksual yang sehat juga harus Anda jaga. Walaupun usia Anda sudah senja, aktivitas seksual yang sehat, yang bebas stress, tentu saja dengan pasangan setia Anda tidak menjadi alasan  untuk tidak melakukannya. Seperti pasien saya di atas atau para centenarian yang banyak ditemukan pada suku-suku Hunza, Vilcabamba, Okinawa, dan Abkhasia, aktivitas seksual yang tetap mereka lakukan adalah salah satu rahasia mereka menjadi sehat dan rata-rata umur mereka lebih panjang.


Editor : Asep Candra