Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Klarifikasi Terorisme, Hasmi Akan Datangi Mabes Polri

Minggu, 28 Oktober 2012 | 20:52 WIB

Terkait

BOGOR, KOMPAS.com — Organisasi masyarakat Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islam (Hasmi) berencana akan mendatangi Markas Besar Polri untuk mengklarifikasi kaitan nama Hasmi dalam penangkapan 11 teroris yang dilakukan pada Sabtu kemarin (27/10/2012).

"Besok Senin, kami seluruh pengurus Hasmi akan mendatangi Mabes Polri. Kami akan menyampaikan klarifikasi penyebutan nama Hasmi dalam penangkapan terduga teroris di sejumlah kota, kemarin," kata Syaifudin, Juru Bicara Hasmi, di Bogor, Minggu (28/10/2012).

Syaifudin mengatakan, organisasi Hasmi yang ada di Bogor tidaklah sama dengan Hasmi yang disebutkan oleh Mabes Polri. Ia menyebutkan, dari segi penyebutan namanya, Hasmi yang disebutkan oleh Mabes Polri adalah Harakah Suni untuk Masyarakat Indonesia.

"Sementara organisasi kami adalah Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islam, bukan untuk Masyarakat Indonesia," katanya.

Selain itu, lanjut Syaifudin, Hasmi merupakan organisasi masyarakat yang telah terdaftar di Ditjen Kesbangpol Kemendagri dengan nomor registrasi 01-00-00/0064/6:III:IV/III/2012.

Secara nasional, lanjut Syaifudin, Hasmi terdaftar pada 2012, namun organisasi yang memiliki anggota sekitar 10.000 dan berpusat di Cimanglid, Kabupaten Bogor, ini telah terbentuk dan berdiri pada 2005.

Organisasi Hasmi bergerak dalam bidang dakwah, sosial, dan pendidikan umum serta formal. Hasmi juga pernah membuat gerakan mendukung Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pernah ikut berjuang bersama FORKAMI dalam perselisihan GKI Yasmin.

"Terkait pemberitaan ini, Hasmi merasakan adanya kesimpangsiuran informasi sehingga membuat anggota Hasmi menjadi merasa terpojokkan. Oleh karena itu, kami akan melakukan klarifikasi terkait penangkapan teroris ini ke Mabes Polri," katanya.

Saat ditanyakan apakah mengenal ketiga terduga teroris yang ditangkap di wilayah Bogor, Syaifudin menyebutkan, tidak mengenal ketiganya. "Sama sekali tidak kenal. Dari namanya pun, tidak ada di daftar anggota. Sebab, setiap kami melakukan pengajian, selalu mengisi daftar hadir dan nama-nama yang disebutkan tidak ada di daftar Hasmi," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sabtu (27/10/2012), anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga orang terduga teroris yang merupakan jaringan Solo dengan nama Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia (Hasmi).

Ketiga terduga teroris tersebut ditangkap di dua tempat berbeda. Dua orang ditangkap di Kampung Neglasari, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dengan nama EBN (22) dan Z (23). Satu orang lagi berinisial U (34) ditangkap di sebuah kosan yang terletak di Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Ikuti liputan penangkapan terduga teroris di Topik Penangkapan Teroris.


Editor : A. Wisnubrata
Sumber: